Minggu, 16 Agustus 2026 WIB

Kasus Polio Ditemukan di Pidie, Pemerintah Nyatakan Kejadian Luar Biasa

- Jumat, 18 November 2022 21:55 WIB
Kasus Polio Ditemukan di Pidie, Pemerintah Nyatakan Kejadian Luar Biasa
Matatelinga.com
Pemerintah Kabupaten Pidie menyatakan kejadian luar biasa (KLB) setelah menemukan satu kasus polio atau lumpuh layuh pada anak di daerah itu dan telah dikonfirmasi dari hasil pemeriksaan labor
MATATELINGA, Sigli: Pemerintah Kabupaten Pidie menyatakan kejadian luar biasa (KLB) setelah menemukan satu kasus polio atau lumpuh layuh pada anak di daerah itu dan telah dikonfirmasi dari hasil pemeriksaan laboratorium Prof Sri Oemijati, Kementerian Kesehatan di Jakarta yang merupakan laboratorium rujukan nasional.


Kasus tersebut menimpa seoarang anak berinisial A, umur tujuh tahun, yang awalnya mengalami demam dan kemudian muncul nyeri pada persendian dan kelemahan anggota gerak. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium diketahui bahwa pasien terinfeksi virus polio.

“Dengan ditemukannya kasus polio di Pidie, maka kami menyatakan ini sebagai kejadian luar biasa, karena seperti yang kita ketahui Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya sudah dinyatakan bebas polio dan dunia saat ini bergerak menuju eradikasi untuk menghilangkan polio dari seluruh negara,” sebut Pj Bupati Pidie Wahyudi Adisiswanto dalam deklarasi KLB di Kantor Bupati Pidie, Jumat (18/11/2022).


Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Pidie, dr Arika Aboebakar, Sp.OG menyatakan pihaknya bersama dengan tim dari Dinas Kesehatan Aceh, Kementerian Kesehatan, WHO, dan UNICEF sudah melakukan respon awal berupa Penyelidikan Epidemiologi (PE) termasuk pencarian kasus tambahan di wilayah terdampak baik di masyarakat maupun melalui kunjungan ke Puskesmas dan RS setempat, dan melakukan review cakupan imunisasi dan Penilaian Kondisi Sosial (social assessment) untuk mengetahui bagaimana penerimaan masyarakat di wilayah terdampak terhadap imunisasi.

Selain itu koordinasi dan pengaktifan Tim Gerak Cepat (TGC) juga segera dilakukan.

[br]

“Perlu diketahui virus polio menular melalui air yang tercemar tinja yang mengandung virus polio. Jika virus ini masuk ke dalam tubuh anak yang belum mendapatkan imunisasi polio secara lengkap, maka virus akan berkembang biak di saluran pencernaan dan menyerang sistem saraf anak sehingga dapat menyebabkan kelumpuhan,” jelas dr Arika.

Ini dapat terjadi kata Arika, jika cakupan imunisasi rendah dalam jangka waktu yang cukup lama ditambah dengan kondisi sanitasi lingkungan yang tidak baik, seperti perilaku buang air besar sembarangan (BABS).


Ia menambahkan untuk penanganan pasien saat ini sudah dilakukan kunjungan ulang oleh Dokter Spesialis Anak dan dianjurkan untuk dilakukan rehabilitasi medik.

Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Mane memfasilitasi rujukan ke RSUD T Chik Ditiro untuk segera menanggulangi KLB maka sesuai dengan petunjuk dari Tim Komite Ahli maka akan segera dilakukan respon imunisasi sub-PIN dengan memberikan imunisasi tetes polio untuk semua anak usia 0 - <13 tahun agar terbentuk kekebalan terhadap polio serta penguatan sistem surveilans untuk mendeteksi cepat adanya kasus lumpuh layuh mendadak di masyarakat.


Polio adalah penyakit yang sangat menular dan dapat menyebabkan kelumpuhan permanen bahkan kematian terutama pada anak usia di bawah 5 tahun yang tidak diimunisasi polio secara lengkap.

Gejala awal polio antara lain adalah demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kekakuan di leher, nyeri di tungkai. Virus polio masuk ke dalam tubuh melalui mulut, bersumber dari air atau makanan yang telah terkontaminasi dengan kotoran/tinja orang yang terinfeksi.

"Gejala biasanya muncul setelah 7-10 hari setelah terinfeksi, namun juga dapat terjadi dalam rentang 4-35 hari. Virus di tinja dapat bertahan selama 3-6 minggu, sehingga perilaku BABS meningkatkan risiko infeksi polio.
Tidak ada obat untuk polio," ujar Arika.

Tatalaksana kasus lebih ditekankan pada tindakan suportif dan pencegahan terjadinya cacat, sehingga anggota gerak diusahakan kembali berfungsi senormal mungkin. Penemuan dini dan perawatan dini penting untuk mempercepat kesembuhan dan mencegah bertambah beratnya cacat.

Penyakit Polio sangat berbahaya namun mudah dicegah dengan imunisasi polio lengkap serta melakukan Perilaku idup bersBih dan Sehat (PHBS) seperti BAB di jamban, cuci tangan pakai sabun dan menggunakan air matang untuk makan dan minum
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru