Nasional

PLN dan GIIC Deltamas Menjalin Kerja sama dalam Pengembangan Pusat Data Nasional Pertama di Indonesia

rizky
Mtc/ist
Suasana saat perjanjian kerja sama antara PLN dan GIIC Selasa (07/09/2021)&l
MATATELINGA. Jakarta -Kehadiran Pusat Data Nasional di Greenland International Industrial Centre (GIIC) Kota Deltamas, Cikarang, Jawa Barat, menjadi langkah pertama pemerintah dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai "hub data center" internasional. PT PLN (Persero) bersedia memasok listrik sebesar 993 Mega Volt Ampere (MVA) ke pusat data berstandar internasional pertama di Indonesia tersebut.



Keandalan suplai listrik 24 jam dibutuhkan dalam mendukung operasional pusat data yang rencananya dibangun kawasan GIIC-Kota Deltamas, Cikarang, Jawa Barat. PLN menyediakan infrastruktur kelistrikan yang andal, berkualitas, dan green dengan tarif kompetitif.


“Sesuai keinginan dunia internasional saat ini, mereka membutuhkan suplai tenaga listrik dengan jumlah yang tepat, dapat diandalkan dan green. Sesuai arahan Presiden RI untuk menjadikan Indonesia sebagai "hub data center" internasional, PLN siap mendukung rencana tersebut sebaik-baiknya,” ujar Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini dalam Penandatanganan Kerja Sama Penyediaan Tenaga Listrik GICC " Kota Deltamas, Selasa (7/9/2021).


Baca Juga:Covid-19 di Sumut Mulai Terkendali

Dalam relis disampaikan Manager Komunikasi PLN UIW Sumut Yasmir Lukman di Medan, Rabu (08/09/2021) disebutkan , Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate pada acara itu menyampaikan penyiapan infrastruktur ketenagalistrikan berguna mendukung penyiapan infrastruktur data center. Pada dasarnya, bisnis data center adalah bisnis power supply, sehingga kebutuhan data setara dengan tersedianya suplai tenaga listrik.


Kapasitas konsumsi data center per kapita Indonesia masih sangat kecil, 1 Watt per kapita, atau sekitar 270 Mega Watt (MW) untuk memenuhi pusat data saat ini. Bandingkan dengan Jepang yang memiliki rata-rata kapasitas konsumsi pusat data 10 watt per kapita, Singapura 100 watt per kapita. Sehingga, jika ingin setara dengan Jepang, setidaknya Indonesia memerlukan 2,7 Giga Watt (GW) hanya untuk pusat data.



"Ini kolaborasi penting sebagaimana harapan Presiden RI, yaitu kerja bersama dan kerja terkoordinasi. Sinergi-sinergi seperti ini akan menghasilkan efisiensi nasional yang besar dan mendorong produktivitas nasional yang tinggi," kata Johnny.


Penulis
: Mtc/Agie
Editor
: Rizky
Tag:MatatelingaPLN dan GIIC Deltamas Menjalin Kerja samaPengembangan Pusat Data Nasional Pertama di IndonesiaTerkini

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.