Minggu, 28 Juni 2026 WIB

Gencatan Senjata Kembali Terjadi, Amerika Serikat dengan Iran di Selat Hormuz

Redaksi - Minggu, 28 Juni 2026 06:45 WIB
Gencatan Senjata  Kembali Terjadi, Amerika Serikat dengan Iran di Selat Hormuz
Pixabay

MATATELINGA,Selat Hormuz:Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeklaim telah melancarkan serangan terhadap sejumlah posisi militer AS di kawasan tersebut sebagai respons atas serangan terbaru Washington terhadap wilayah Iran.
Sebelumnya, kantor berita semiresmi Iran, ISNA, sempat memuat pernyataan IRGC yang menyebut bahwa respons terhadap serangan baru AS terhadap Iran akan dilakukan secara cepat dan tegas, sebelum laporan tersebut kemudian dihapus. Namun, IRGC tidak menjelaskan secara terperinci lokasi maupun jenis fasilitas militer AS yang menjadi sasaran serangan.
Aksi balasan Teheran itu terjadi setelah militer AS mengumumkan bahwa mereka telah menyerang sejumlah fasilitas Iran pada Jumat (26/6), termasuk lokasi penyimpanan rudal dan drone serta instalasi radar di wilayah pesisir.
Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan drone Iran sehari sebelumnya terhadap kapal kargo berbendera Singapura, Ever Lovely, ketika kapal itu sedang meninggalkan Selat Hormuz melalui koridor pelayaran sementara yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali terlibat dalam aksi saling serang pada Sabtu (2/6). Peristiwa itu meningkatkan ketegangan di kawasan dan mengancam keberlangsungan gencatan senjata yang masih rapuh serta perundingan terkait keamanan di Selat Hormuz.
"Serangan tanpa alasan terhadap kapal komersial oleh pasukan Iran merupakan pelanggaran jelas terhadap gencatan senjata," kata Centcom dalam pernyataannya. Militer AS juga menilai tindakan Iran telah mengancam kebebasan navigasi, terutama ketika semakin banyak aktivitas perdagangan global bergantung pada jalur pelayaran strategis tersebut.
Media Pemerintah Iran melaporkan, sebuah proyektil menghantam area sekitar dermaga di Sirik, wilayah Iran Selatan, setelah serangan yang dilakukan AS.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengecam serangan terhadap kapal Ever Lovely dan menyebut satu drone Iran berhasil menghantam bagian atas kapal, sementara tiga drone lainnya berhasil dicegat.
"Ini jelas merupakan pelanggaran bodoh terhadap perjanjian gencatan senjata kita," tulis Trump melalui platform Truth Social,dikutip.
Sesaat sebelum serangan balasan AS dilancarkan, Trump mengatakan di Gedung Putih bahwa dirinya tidak menyukai tindakan Iran yang disebutnya telah melakukan serangan sebanyak empat kali dalam satu hari. Namun, ketika ditanya mengapa Washington tetap mengambil tindakan militer meskipun perundingan dengan Teheran masih berlangsung, Trump berdalih Iran merupakan kasus yang berbeda, sebelum mengakhiri sesi tanya jawab dengan wartawan.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada kantor berita AP bahwa operasi militer terhadap sejumlah target di Iran masih berlangsung bahkan setelah Centcom secara resmi mengumumkan serangan tersebut.

Editor
: Admin
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
IRGC Iran  Telah Menyerang “Pangkalan Udara Amerika”
Pria Bersenjata Mendekati Gedung Putih, Melakukan Penembakan
Trump Memerintahkan Angkatan Laut AS Memblokade Pelabuhan Pelabuhan Iran, Untuk Apa..?
Washington ke Jalur Diplomatik dan Permohonan kepada Iran,..Iran Tidak Boleh Lengah
"Standar Ganda" Diterapkan Washington, Hambatan Terbesar Menuju Kesepakatan
Tantang Invasi Darat Pasukan AS, Pimpinan Militer Iran: Kami Telah Lama Menunggu
 
Komentar
 
Berita Terbaru