Minggu, 28 Juni 2026 WIB

Himpitan Ekonomi, Nekad Jual Narkoba

Redaksi - Minggu, 13 Oktober 2019 14:20 WIB
Himpitan Ekonomi, Nekad Jual Narkoba
Hand Over
MATATELINGA, Jakarta: Karena himpitan ekonomi, pria berinisial LN Ini nekad memilih menjadi kurir narkoba jenis heroin. Namun, niatnya menjadi jaringan Narkoba tak berjalan dengan mulus tercium oleh pihak penegak hukum.




[adx]

Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya pada Wartawan mengatakan terbongkarnya aksi LN lantaran polisi mendapati laporan dari masyarakat tentang adanya transaksi narkoba di parkiran sebuah swalayan kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan memantau pergerakannya di swalayan dan melihat seorang laki-laki yang mencurigakan membawa tas hitam. Petugas lalu melakukan penggeledahan dan menemukan narkoba dalam tas itu.

"Biasanya sekali antar LN diupah Rp10 juta, dan untuk yang kedua kalinya sebelum tertangkap LN baru menerima Rp5 juta sebagai DP imbalan. Bayarannya terakhir Rp20 juta," sebutnya, Minggu (13/10/2019).




[adx]

Ia menambahkan, cara pelaku melakukan transaksi untuk mengambil barang haram itu yakni diperintah mengambil kartu penitipan barang di sebuah tempat di rak belanjaan. LN kemudian mengambil barang tersebut dari tempat penitipan barang di swalayan dan membawa barang itu pulang kemudian menunggu perintah berikutnya.

Adapun dalam pengungkapan kasus ini petugas menyita 35 kapsul berisi heroin dengan berat mencapai 366 gram. Polisi sendiri masih terus melakukan pengembangan guna mencari otak di balik sindikat ini.

"Menariknya kemasan yang digunakan berbentuk kapsul yang berisi heroin padat. Umumnya metode ini digunakan dalam modus swallower atau penyelundupan narkoba dengan cara dimasukkan ke dalam tubuh melalui anus," akunya.
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru