Senin, 22 Juni 2026 WIB

Kaji Pengintegrasian Transportasi, Pemprov DKI Berbenah, Ini Hasilnya... !!

- Jumat, 23 November 2018 22:00 WIB
Kaji Pengintegrasian Transportasi, Pemprov DKI Berbenah, Ini Hasilnya... !!
google
ilustras
MATATELINGA, Jakarta: Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta menghadiri penandatangan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara PT MRT Jakarta dan PT Transjakarta. Diawali dengan adanya MoU ini Pemprov DKI telah memulai pengkajian terhadap pengintegrasian transportasi yang tergabung dalam Jak Lingko. Pengintegrasian ini akan menjangkau berbagai aspek, seperti rute, tiket, serta pengelolaannya. Oleh sebab itu, perlunya pengkajian yang lebih dalam, agar seluruh moda transportasi akan terintegrasi mulai dari MRT hingga angkutan umum. kata Anies di Kantor Transjakarta, Jalan Mayjen Sutoyo, Jakarta Timur, Jumat, (23/11/2018).



Anies mengatakan, pengkajian ini akan melibatkan seluruh elemen stakeholder untuk memaksimalkan informasi. Nantinya, akan digunakan agar pengintegrasian ini bisa dilakukan secara maksimal.

"Kita membutuhkan transportasi umum massal yang bisa melayani warga Jakarta untuk berangkat dari mana saja menjangkau mana saja. Untuk itu, maka moda-moda transportasi di Jakarta harus terintegrasi sehingga penumpang dengan mudah berpindah dari satu moda ke moda lain dari satu rute ke rute lain,"



Tambahnya, "Untuk Penduduk Jakarta dalam jangkauan 500 m dari tempat dia tinggal atau dia bekerja bisa mendapatkan kendaraan umum itu arahannya, jadi cukup 500 m dari anda berada, anda bisa mendapatkan kendaraan umum itu yang menjadi pegangan, inilah yang akan dilakukan dan di laporkan PT MRT dan PT Transjakarta, di Januari tahun 2019 insyaAllah sudah ada hasil prelimenarynya (laporan awalnya) dari situ nanti akan dipaparkan dan kita lihat udah sampai dimana perkembangannya dan sudah seperti apa," paparnya.

"Kalau itu sudah, maka secara bertahap kita membuat restriksi atas kendaraan pribadi, restriksi itu satu pengurangan tempat parkir, dua peningkatan harga parkir, tiga rute-rute yang dibatasi, tapi itu semua dilakukan ketika transportasi umumnya sudah ada sehingga orang mudah berpindah, kalo belum ada penggantinya tidak fair, maka ini yang sedang kita lakukan," tambahnya.



Untuk itu, "saya apresiasi kepada PT Transjakarta dan PT MRT Jakarta yang memulai studi ini secara kolaboratif pembiayaannya dari mereka berdua melibatkan banyak pakar, melibatkan pengguna dan semua pihak demi memudahkan akses bagi warga Jakarta, harapannya nantinya akan menghasilkan sebuah pedoman integrasi yang bisa digunakan oleh semua warga jakarta." tutupnya. 
Editor
:
Sumber
: okezone
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru