Matatelinga.com, Pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama diisukan melalui pihak ketiga atau jasa makelar. Isu itu kini sudah dibantah oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) maupun Dubes RI di Washington DC.
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah berpandangan, Indonesia tidak perlu menggunakan jasa makelar apalagi untuk menemui Kepala Negara negeri Paman Sam. Pasalnya, kedekatan Indonesia dengan Tiongkok membuat AS perlu untuk mempererat hubungan dengan pemerintahan Jokowi.
"AS lagi perlu Indonesia karena kedekatan pemerintah Jokowi kepada Tiongkok sebabkan AS akan sangat berkepentingan. Dari alasan itu, Jokowi tidak perlu gunakan lobi," kata Fahri di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (9/11/2015).
Selain itu, jasa makelar akan membuat Indonesia merogoh kantong dalam-dalam. Bahkan, Disen Imu Politik Asia Tenggara dari School of Oriental and African Studies Dr Michael Buehler menyebut Indonesia harus mengeluarkan uang USD80 ribu dalam pertemuan Jokowi-Obama.
Meski begitu, Fahri menyebut bahwa jasa makelar pertemuan bukanlah sesuatu yang aneh di AS. Bahkan, di sekitar Gedung White House berjejer perusahaan pemberi jasa lobi. Dilansir laman okezone.com
"Di AS, lobi merupakan bagian dari sistem dukungan dalam proses pengambilan keputusan, sehingga satu kelompok melobi untuk bisa ketemu kelompok lain dan itu mekanisme biasa," sebutnya.
(Fit)