Sabtu, 06 Juni 2026 WIB

Aktivitas Ekskavator Dihentikan Tapi Kapal Pengeruk Emas Justru Beroperasi di Beberapa Sungai di Woyla-Aceh

Redaksi - Jumat, 23 Januari 2026 07:00 WIB
Aktivitas Ekskavator Dihentikan Tapi Kapal Pengeruk Emas Justru Beroperasi di Beberapa Sungai di Woyla-Aceh
Matatelinga
Pasca Bencana Banjir dan Longsor, Aktivitas Ekskavator Dihentikan Tapi Kapal Pengeruk Emas Justru Beroperasi di Beberapa Sungai di Woyla-Aceh

"Ada kemungkinan terjadi juga dugaan proses pat gulipat dalam proses importasinya. Dan ternyata nama oknum ML ini cukup dikenal sampai di kampung-kampung sekitar sungai-sungai di Aceh. Dia bahkan yang mengatur pengawalan dari aparat keamanan sampai barang sampai di lokasi bongkar. Dalam sekali pengawalan, diceritakan bahwa dia menghabiskan dana sampai 60 jutaan," tandasnya.

Berdasarkan penelusuran tim, bahwa dalam pemberitahuan impot barang yang didapat sebagian datanya, diketahui eksportirnya bernama TPT EI JSC beralamat di Hanoi, Vietnam. Sedangkan importasinya menggunakan nama CV. AGA, beralamat di Pontianak.

Rasanya sangat aneh, penambangan emas di Aceh tapi importirnya berasal dari Pontianak. Dan pada saat Aceh sedang berduka, kapal-kapal keruk penambang emas, yang diduga dikerjakan orang-orang asing tersebut malah bekerja siang-malam, mengeruk kekayaan Aceh.

Baca Juga:

Informasi yang beredar di lapangan, kapal-kapal keruk ini bekerja di bawah bendera PT. M, perusahaan yang memiliki izin tambang ribuan hektar tetapi tidak pernah berhasil dan sudah sempat mati suri selama belasan tahun.

"Tentunya, sebuah perusahaan harus bekerja berdasarkan RKT dan Amdal. Perlu diselidiki, dalam pengajuan RKT, apakah sudah sesuai dengan praktik di lapangan dan apakah dampak lingkungan hidup sudah dianalisa dengan benar dalam AMDAL-nya," tegasnya.

Apabila pemerintah yang memiliki kepentingan dalam keberlangsungan perusahaan ini, kata Otti Batubara perlu melakukan penyelidikan dan evaluasi secara menyeluruh. Bisa saja operasional tambang ini menyalahi aturan tambang yang benar.

Otti menambahkan, sangat miris rasanya ketika melihat kekayaan alam kita yang sangat luar biasa justru dikeruk dan dibawa ke luar dari bumi Indonesia.

Editor
: Admin
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Ichdar Ifan Plt PWI Aceh Selatan
Kejari Aceh Selatan Usut Kasus Website Desa
Website Desa Gagal Total, 16 Gampong di Labuhan Haji Minta Dana Dikembalikan
Titik Api Karhutla di Desa Pasi Lembang Berhasil Dipadamkan Polsek Kluet Selatan
Kapolres Pidie Jaya Segera Salurkan Bibit Tanaman Bantuan Kapolda Aceh kepada Masyarakat Terdampak Banjir
Sumringah Anak Pedalam Aceh Utara Sekolahnya Direnopasi TNI
 
Komentar
 
Berita Terbaru