NATUNA-Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan program unggulan TNI AD yang bertujuan untuk membangun desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah terpencil. Program ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kesehatan.
Oleh : Amrizal
Kodim 0318/Natuna kembali menggelar program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 TA 2025. Acara pembukaan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan Komandan Kodim 0318/Natuna Kolonel Inf Andri Hadiyanto, M.Han, yang diwakili oleh Danramil 01/Ranai Mayor Inf R. Simajuntak. Hadir juga Pasiter Kodim 0318/Natuna Lettu Arh E. Sinurat, Pasi Pers Kodim 0318/Natuna Kapten Inf K. Napitupulu, serta para kepala desa, tokoh masyarakat, dan pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LXXII Kodim 0318/Natuna.
TMMD ke-123 Tahun 2025 dibuka secara resmi di Desa Ceruk, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna, dengan fokus pada pemberian makan tambahan untuk anak balita. Sementara di Desa Selemam, TMMD ke-123 Tahun Anggaran 2025 dengan kegiatan Pembagian Sembako Kepada masyarakat, Kegiatan Bazar Sembako dan bakti sosial pengobatan gratis.
Kemudian, dalam kegiatan TMMD yang ke-123 TA 2025 ini ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan bersama masyarakat Desa Selemam yaitu lanjutan pengerasan jalan menuju TPA, rehab 10 rumah tidak layak huni (RTLH) serta pembuatan dan rehab WC umum.
Sedikit informasi tentang Desa Selemam, yang pada awalnya merupakan suatu daerah yang tergabung dalam wilayah Desa Ceruk, pada tahun 2008 para Tokoh Masyarakat di Desa Selemam mengajukan pemekaran dan terbitlah Perda Kabupaten Natuna Nomor 2 tahun 2008. Desa Selemam memiliki wilayah yang berdataran tinggi dengan mayoritas penduduk yang bekerja sebagai petani dan pekebun.
Kondisi Geografis Desa Selemam terletak di Koordinat Latitude 3.98390806 Longtitude 108.29280328, dengan Luas Wilayah : 11.021,449 Ha, topografi: dataran tinggi dengan ketinggian: 30 mdpl, curah hujan rata-rata 77 32 mm, suhu udara rata-rata : 25 C/hari.
Jarak dari ibukota Kabupaten Natuna mencapai 25 Km sedangkan jarak ke ibukota Kecamatan berjarak 6 KM, secara admistarsi Desa Selemam berbatas dengan, sebelah Utara dengan Desa Sebadai Hulu, sebelah Selatan dengan Desa Air Lengit, sebelah Timur dengan Kec. Bunguran Utara, sebelah Barat dengan Desa Ceruk.
Desa ini memiliki salah satu objek wisata menarik bernama Tapak Kaki Tok Nyong, merupakan salah satu situs budaya yang ada di Natuna. Ia terletak di Desa Selemam Kecamatan Bunguran Timur Laut, tepatnya di bukit kecil di belakang kantor BPD Selemam. Tapak Kaki Tok Nyongmerupakan sebuah batu granit berlubang yang menyerupai telapak kaki manusia.
Desa Selemam dipilih sebagai lokasi TMMD ke-123 karena potensi alamnya yang besar, namun masih membutuhkan sentuhan inovasi dan dukungan infrastruktur untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Melalui program ini, Kodim 0318/Natuna bersama masyarakat setempat bahu-membahu membangun lahan pertanian, menyediakan bibit unggul, serta memberikan pelatihan teknis tentang budidaya tanaman pangan yang ramah lingkungan.
Salah satu kegiatan unggulan dalam TMMD ke-123 adalah pembuatan kebun percontohan yang menjadi pusat edukasi bagi warga. Kebun ini tidak hanya menanam komoditas utama seperti padi, jagung, dan sayuran, tetapi juga mengembangkan tanaman lokal khas Natuna yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Selain itu, program ini juga mencakup pembangunan irigasi sederhana untuk memastikan ketersediaan air sepanjang tahun.
Untuk menyukseskan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 Tahun 2025, di wilayah teritorial Kodim 0318/Natuna, menerjunkan 90 personil TNI dan 20 Personil dari Polri. Kegiatan TMMD direncanakan memakan waktu kurang lebih 1 bulan, dimulai dari tanggal 19 Februari lalu dan berakhir pada tanggal 20 Maret 2025.
Komandan Kodim 0318/Natuna, Kolonel Inf. Andri Hadiyanto,M.Han menyatakan bahwa TMMD ke-123 bukan sekadar program seremonial, tetapi upaya nyata untuk menciptakan kemandirian pangan.
“Ketahanan pangan adalah pondasi ketahanan nasional. Dengan menguatkan sektor pertanian di Desa Selemam, kita turut berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat dan stabilitas daerah,” ujarnya.
Dukungan dari pemerintah daerah dan partisipasi aktif warga Desa Selemam menjadi kunci sukses program ini. Harapannya, TMMD ke-123 tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi bagi kemandirian pangan yang berkelanjutan di Natuna.
Melalui TMMD ke-123, Kodim 0318/Natuna membuktikan bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat mampu menciptakan perubahan nyata, terutama dalam mewujudkan ketahanan pangan di daerah terpencil.
Sarana Air Bersih
Tidak hanya mendukung ketahanan pangan, Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Seperti pembangunan sarana air bersih di Desa Limau Manis, Kabupaten Natuna. Kegiatan ini ditargetkan selesai dalam tiga hari agar segera bisa dimanfaatkan oleh 48 kepala keluarga.
Babinsa Koramil 01 Ranai Kodim 0318 Natuna, Serda Tengku Wijaya, menyampaikan bahwa pembangunan sarana air bersih ini merupakan bagian dari Program TMAB yang bertujuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Salah seorang warga Limau Manis, Andi mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada TNI atas bantuan yang diberikan.
“Dengan adanya sarana air bersih ini, kami bisa menikmati air bersih dengan lebih optimal. Sebelumnya, jika hujan turun, air sering tidak lancar dan keruh,” papar Andi.
Untuk memaksimalkan program kerja dan setiap program bisa berjalan sesuai harapan, personel Satgas TMMD 123 Kodim 0318/Natuna melaksanakan apel pagi pembagian tugas dan menerima pengarahan rutin setiap pagi. Hal tersebut dilakukan guna kelancaran tugas program TMMD 123 yang dilaksanakan di wilayah Desa Selemam Kec. Bunguran Timur.
Pasi Ter Kodim 0318/Natuna Lettu Arh Erikson Sinurat mengingatkan seluruh personel Satgas untuk senantiasa menjaga nama baik TNI di mana pun berada. Ia menekankan pentingnya mengamalkan Delapan Wajib TNI dalam setiap interaksi dengan masyarakat, demi mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat.
Selain itu, Pasi Ter juga memberikan motivasi kepada personel Satgas agar tetap semangat menyelesaikan sasaran fisik TMMD, meskipun sedang menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 2446 H. Keberhasilan program TMMD adalah demi kepentingan masyarakat dan menjadi bentuk nyata pengabdian TNI untuk negeri.
Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, Satgas TMMD ke-123 Kodim 0318/Natuna terus bergerak menyelesaikan berbagai proyek fisik dan non-fisik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Kepala Desa Limau Manis, Zarkawi, juga menjelaskan bahwa dalam TMMD ke-123 tahun 2025 ini, desanya mendapat bantuan pemasangan pipa air bersih untuk warga di RT 05.
“Program ini sangat membantu masyarakat kami dalam mendapatkan akses air bersih yang lebih layak,” tandasnya.
Di lain pihak Kasdim 0318 Natuna, Letkol Inf M. Eko Prasetyo, yang mewakili Dandim 0318 Natuna dalam kegiatan ini, menegaskan bahwa TMMD merupakan upaya TNI untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang langsung menyentuh kebutuhan dasar.
Selain pembangunan sarana air bersih, program TMMD ke-123 juga mencakup perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan MCK, pengerasan jalan, serta berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi bagi masyarakat
Pembangunan Infrastruktur
Pelaksanaan progres sasaran fisik dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 yang dilaksanakan di Selemam merupakan bagian dari program pembangunan tahun anggaran 2025 yang bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
Pasi Ter Kodim 0318/Natuna, Lettu Arh Erikson Sinurat mengunjungi sejumlah titik pengerjaan untuk memastikan program TMMD di Desa Selemam berjalan sesuai harapan serta memenuhi standar yang telah ditetapkan.
“Kita ingin memastikan bahwa pembangunan ini tepat waktu dan sesuai dengan petunjuk dalam rencana pembangunan. Harapannya, hasil dari TMMD ini nantinya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat penerima bantuan,” ujarnya.
TMMD ke-123 Kodim 0318/Natuna dilaksanakan di desa Selemam Kec. Bunguran timur yang mencakup berbagai pembangunan fisik di antaranya, pengerasan jalan, Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Pembangunan MCK, normalisasi parit.
Selain pembangunan fisik, TMMD ke-123 juga melaksanakan berbagai kegiatan non-fisik berupa penyuluhan kepada masyarakat mengenai pembangunan, kesehatan dan kesejahteraan sosial
TMMD yang terfokus di Desa Selemam Kecamatan Bunguran Timur Laut, juga dibantu oleh masyarakat dalam melaksanakan program kerja yang menjadi sasaran TMMD, salah satunya pembukaan akses jalan dari Selemam yang nantinya akan menghubungkan dese tersebut dengan Desa Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur.
“Kegiatan ini bukan hanya mensejahterakan masyarakat, TMMD bukan sekadar program pembangunan, tetapi juga wujud nyata kebersamaan antara TNI dan rakyat yang juga didukung oleh rekan-rekan kita dari Polri,” jelas Pasi Ter Kodim 0318/Natuna.
Target pembangunan jalan TMMD kali ini, kata Erik Sinurat, membuka jalan sekitar 800 meter dengan lebar 12 meter.
“Dari 800 meter pembukaan jalan tadi, sekitar 500 meter kita lakukan pengerasan jalan,” terangnya.
Kelestarian Lingkungan
Tidak hanya membenahi bangunan fisik, TMMD di Selemam juga menjaga kelestarian lingkungan hidup, Kodim 0318/Natuna menggelar kegiatan Pembinaan Lingkungan Hidup melalui penanaman bibit mangrove dengan tema “TMMD Ke-123 TA 2025 Kodim 0318/Natuna Penanaman Mangrove” yang berlangsung di Pering Kec. Bunguran Timur Kab. Natuna.
Salah satu tujuan penanaman Mangrove ini adalah untuk melindungi garis pantai dari abrasi atau pengikisan. Karena tumbuhan Mangrove merupakan salah satu jenis tumbuhan yang memiliki akar kokoh yang dapat meredam gelombang besar termasuk Tsunami. Oleh karena itu, manfaat penanaman Mangrove sangat penting sekali untuk mencegah terjadinya abrasi.
Menurut Komandan Kodim 0318/Natuna Kolonel Inf Andri Hadiyanto,M.Han Yang di wakili Pasi Ter Kodim 0318/Natuna Lettu Arh Erikson Sinurat penanaman pohon Mangrove juga sebagai bentuk pola pembangunan lingkungan hidup di wilayah secara terencana. Selain bermanfaat untuk mengurangi abrasi dapat melindungi ekosistem yang ada di dalamnya, sehingga berdampak positif bagi masyarakat dalam meningkatkan perekonomiannya.
“Ini sebagai langkah awal kepedulian kita bersama, dalam membantu Pemerintah Daerah dalam melestarikan lingkungan hidup.Agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat untuk generasi mendatang,” tandas Pasi Ter.
Lebih dari itu, dirinya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran, dengan ikut serta menjaga dan merawat tanaman Mangrove yang sudah di tanam dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab, sehingga dampaknya akan menimbulkan kerusakan.
“Setiap individu harus bisa menjaga lingkungan tanpa merusaknya, sehingga lingkungan tersebut pada akhirnya akan kembali memberikan manfaatnya bagi kita semua, Kalau bukan kita yang merawatnya siapa lagi, Kalau bukan sekarang kapan lagi , dan kalau gak disini ya dimana lagi kita bisa berbuat,” tandasnya.
Kegiatan lintas sektoral TMMD bukan sekadar program milik TNI, tetapi merupakan gerakan bersama yang melibatkan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan seluruh lapisan masyarakat. Semangat gotong-royong menjadi landasan utama dalam mewujudkan pemerataan pembangunan dan memperkuat ketahanan nasional.
TMMD Ke-123 TA 2025 Kodim 0318/Natuna tidak hanya sekadar bertemu, berbaur dan bergotongroyong dengan masyarakat dalam bersinergi serta berkolaborasi dalam membangun desa mewujudkan pembangunan yang merata. Sinergi yang terjalin selama masa TMMD kiranya dapat membangkitkan semangat seluruh elemen masyarakat dalam membangun desanya serta meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.