Selasa, 05 Mei 2026 WIB

Terkait Dugaan Buronan di Indonesia, Polri Pro Aktif Kordinasi dengan Polisi Jepang dan Imigrasi

- Senin, 06 Juni 2022 22:15 WIB
Terkait Dugaan Buronan di Indonesia, Polri Pro Aktif Kordinasi dengan Polisi Jepang dan Imigrasi
Humas Polri
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo
MATATELINGA. Jakarta - Terkait dugaan buronan Mitsuhiro Taniguchi (47) yang lari ke Indonesia. Polri dengan tegas menyatakan akan bergerak cepat melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian Jepang dan Imigrasi atas keberadaan buron tersebut yang katanya lari ke Indonesia.


Namun perlu untuk diketahui, polisi Jepang saat ini lagi mengusut kasus dugaan penipuan dana subsidi bagi usaha kecil yang mengalami dampak Pandemi Covid-19. Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka, yakni diduga dilakukan oleh Rie Taniguchi (45), Daiki (22) dan putra keduanya yang namanya belum disebutkan berusia 21 tahun.

Para tersangka diduga diminta oleh Mitsuhiro mengajukan pengembalian pajak atas nama orang yang telah terdaftar di kantor pajak atau memalsukan permohonan.

Baca Juga:Nawal Lubis Tepung Tawari Anggota DWP Sumut yang akan Berangkat Haji

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, langkah koordinasi pro aktif ini dilakukan untuk memastikan kebenaran keberadaan buronan asal Jepang tersebut.

"Polri pro aktif koordinasi dengan kepolisian Jepang (NPA) dan pihak terkait atau Imigrasi untuk melacak keberadaan yang bersangkutan. Apabila ditemukan akan segera diinfokan ke Slo Kepolisian Jepang untuk ditindaklanjuti secara administrasi," kata Dedi kepada wartawan, Jakarta, Senin (06/06/2022).


Disisi lain, Dedi menyebut bahwa, Mitsuhiro Taniguchi saat ini belum masuk ke dalam daftar buronan atau Red Notice sebagai tersangka.

[br]

Meski begitu, Dedi memastikan, Polri siap berkoordinasi untuk melacak keberadaan dari buronan tersebut.

"Terkait Mitsuhiro Taniguchi, buronan dari kepolisian Jepang, sampai saat ini belum ada Red Notice terkait tersangka.
Langkah pro aktif sudah berkoordinasi dengan Imigrasi untuk mengecek kepastian perlintasan tersangka masuk atau keluar dari wilayah hukum Indonesia," ujar Dedi.
Editor
: Rizky
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru