MATATELINGA, Jakarta: Dai yang populer dengan sebutan Ustadz Maulana itu menceritakan, bahwa selama dirinya berkunjung ke Korsel, makanan halal banyak ditemukan. Selain itu masjid juga sudah berteberan di negara tersebut.
[adx]
"Ada 50 lebih masjid di Korsel Selatan, dan ada masjid terbesar yang luas, bisa membuat saya berderai air mata. Karena kalau kita jalan malam, itu kelihatan masjidnya megah dan bersinar, bercahaya di malam hari. Lampunya bersinar, kelihatan dari kejauhan. Ini jadi suatu kebanggaan," ujarnya pada Okezone saat ditemui di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat, (6/9/ 2019).
Banyak orang Indonesia, kata Ustadz Maulana, sering berkumpul di masjid-masjid yang ada di Korsel. Yakni dengan tujuan menjalin silaturahmi dengan sesama bangsa dan agama.
"Jadi untuk wisata halal, Alhamdulillah kita tidak pernah kesulitan mencari tempat halal. Bahkan ada warung makan Indonesia, itu luar biasa. Dan menariknya di sana kita enggak usah nanya, ada tanda-tanda (yang halal atau tidak)," sebutnya.
[adx]
Salah satu tempat wisata menarik di Korsel adalah Nami Island (Pulau Nami). Menurut Ustadz Maulana, ketika dia ingin salat, tersedia mushala dan masjid di sekitar kawasan tersebut.
"Saya ke sana tidak pernah kesulitan untuk salat. Salat tepat waktu dan masjidnya luar biasa. Nami Island itu luar biasa bagus sekali. Ketika kita mau salat, itu luar biasa tempat wudhunya, bagus. Tempat salatnya luar biasa, saya langsung berpikir ini hebat loh," akunya.
Ustadz Maulana takjub bahwa di Korsel juga banyak perempuan yang memakai hijab. Kata dia, ini berarti Islam sudah mulai berkembang di sana sehingga mereka juga menciptakan kawasan wisata ramah muslim.
[adx]
Ustadz Maulana pun berharap bisa kembali mengunjungi Korsel. Dia masih ingin menjelajahi semua masjid yang ada di negara tersebut, karena hanya beberapa saja yang sempah ia singgahi.
Destinasi Korea Selatan (Korsel) kini sudah banyak diminati umat Muslim, sebab Negeri Ginseng itu sudah ramah akan wisata halal. Setidaknya itu dibuktikan oleh dai kondang Muhammad Nur Maulana.