MATATELINGA: Puasa Ramadhan sudah memasuki 10 hari terakhir, hendaknya lebih giat dalam meningkatkan amal ibadah. Salah satunya dengan memperbanyak membaca Alquran yang merupakan pedoman dan petunjuk umat Islam.
Biasanya, di 10 hari pertama, kedua dan ketiga ada doa-doa khususnya karena di bulan puasa Ramadhan ini adalah momen spesial kita memohon kepada Allah. Terutama pengampunan dan agar kita dimasukkannya ke surga serta dihindarkan dari api neraka.
Khusus di 10 hari terakhir bulan puasa Ramadan ini, ada keistimewaan yang ditawarkan Allah untuk hamba-hamba-Nya, yaitu dihindarkan dari api neraka dan dimasukkan ke surga-Nya. Berikut, wartawan telah melansir dari beberapa sumber mengenai doa hari ke 20 Ramadhan dan fadhilah tawrawih malam ke 21, sebagai berikut:
Ya Allah, bukakanlah bagiku di bulan ini pintu-pintu menuju surga dan tutupkan bagiku pintu-pintu neraka. Berikanlah kemampuan padaku untuk menelaah Al Qur'an di bulan ini. Wahai yang menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin.
Fadhilah Tarawih Malam ke-21
فى الليلة الحادية والعشرين بنى الله له بيتا فى الجنة من النور
Pada malam yang ke 21, Allah SWT akan membangunkan rumah di surga yang terbuat dari cahaya untuk yang tarawih.
Berikut beberapa amalan yang bisa kita lakukan di 10 hari terakhir puasa Ramadhan . Masih banyak amal ibadah lainnya yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan keutamaan, keberkahan serta pahala di sisi Allah terutama di 10 hari terakhir bulan Ramadhan yang mulia ini. Semoga kita dipermudah untuk bisa benar-benar mengamalkannya. Amin Ya Rabbal 'Alamin.
Amalan Doa ke 20 bulan Ramadan :
1. Lebih giat dan bersungguh-sungguh dalam melakukan ibadah.
Dahulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga senantiasa meningkatakan amalan ibadahnya di 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan. Hal ini dan sebagaimana yang disebutkan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh 'Aisyah radhiyallahu 'anha:
"Pada 10 hari terakhir (di bulan Ramadhan ) Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lebih bersungguh-sungguh (dalam beribadah) melebihi hari-hari yang lainnya." (HR. Muslim no. 1175)
2. Menghidupkan malam-malamnya dengan memperbanyak ibadah.
Di awal-awal Ramadhan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasanya menyertai ibadah shalat dan puasanya dengan tidur, namun jika telah masuk pada 10 hari terakhir maka beliau pun mengurangi kapasitas tidurnya. Dan beliau memanfaatkan malam-malamnya untuk beribadah kepada Allah.
Di dalam musnad Imam Ahmad rahimahullah terdapat hadits dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha yang menyebutkan bahwa:
"Pada 20 hari yang pertama (di bulan Ramadan ) Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam biasa mengkombinasikan antara shalat, puasa dan tidurnya. Namun jika telah masuk pada 10 hari yang terakhir beliau bersungguh-sungguh dan mengencangkan sarungnya (menjauhi istri-istrinya)." (HR. Ahmad [6/68, 146])
3. Membangunkan anggota keluarga.
Dahulu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam juga senantiasa membangunkan keluarganya untuk shalat, memperbanyak dzikir dan bersungguh-sungguh dalam mengamalkan malam-malam bulan Ramadhan yang penuh barakah ini.
Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh 'Aisyah radhiyallahu 'anha disebutkan bahwa:
"Jika telah datang 10 hari yang terakhir (di bulan Ramadhan ) Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengencangkan sarungnya, menghidupkan malam-malamnya (dengan beribadah), dan beliau juga membangunkan keluarganya (untuk beribadah)." (HR. al-Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174)
Pada 10 hari yang terakhir merupakan kesempatan emas bagi setiap muslim untuk memperoleh pahala dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Maka dari itu kita harus bersungguh-sungguh dalam beribadah di dalamnya, karena kita tidak akan pernah tahu apakah kita masih bisa bertemu lagi dengan bulan Ramadhan yang akan datang atau tidak.
4. Beri'tikaf
I'tikaf adalah menetap di dalam masjid dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak melakukan ketaatan dan ibadah kepada Allah. Dan hal ini merupakan sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang disebutkan di dalam Alquran dan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
"Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dahulu beri'tikaf di 10 hari yang terakhir dari bulan Ramadan hingga Allah Ta'ala mewafatkannya. Kemudian setelah beliau wafat, istri-istri beliau juga senantiasa beri'tikaf." (HR. al-Bukhari no. 2026 dan Muslim no. 1172)
5. Besungguh-sungguh dalam meraih malam lailatul qadar.
Pada penghujung bulan Ramadhan , tepatnya di 10 (sepuluh) malam yang terakhir terdapat lailatul qadar, yaitu suatu malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan yang mana pahala ibadah seorang hamba akan dilipat gandakan. Bahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan bahwa lailatul qadaritu lebih baik dari seribu bulan.
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Quran) pada malam kemuliaan, Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan."(QS. al-Qadr [97]: 1-3)
Maka dari itu, setiap muslim hendaknya bersungguh-sungguh untuk bisa mendapatkan lailatul qadar, terutama di 10 malam terakhir pada bulan Ramadhan . Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan ." (HR. al-Bukhari no. 2020 dan Muslim no. 1169, dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha).