Matatelinga.com - Mengapa Pria bertanya tanya, penis tidak emmiliki tulang..? . Sebuah studi baru mengungkap misteri hilangnya tulang penis atau baculum dalam garis keturunan manusia yang cenderung monogamous.
Monogamous merupakan kondisi manusia, di mana melakukan pernikahan atau berhubungan seksual dengan seseorang pasangan. Penelitian yang diterbitkan dalam Royal Society journal Proceedings B, menunjukkan bahwa mamalia leluhur, yaitu manusia purba tidak memiliki baculum, berbeda dengan primata purba dan karnivora.
Baculum digambarkan sebagai yang paling beragam dari semua tulang. Baculum juga bervariasi, baik dalam panjang, lebar dan bentuk pada mamalia jantan.
Sebuah studi University College London baru-baru ini meneliti bagaimana baculum berkembang pada mamalia. Para peneliti juga mengeksplorasi fungsinya pada primata dan karnivora. Penelitian juga memberikan petunjuk mengapa manusia tidak memiliki baculum a.
"Temuan kami menunjukkan bahwa baculum memainkan peran penting dalam mendukung strategi reproduksi spesies jantan, di mana mereka menghadapi persaingan seksual yang tinggi pasca senggama," kata penulis studi Matilda Brindle yang dikutip Thehealthsite, Jumat (16/12/2016).
"Menariknya, manusia tidak memiliki tingkat persaingan seksual yang tinggi pasca senggama. Hasil penelitian kami ini dapat membantu untuk mengungkap misteri mengapa baculum itu hilang dalam garis keturunan manusia," jelas Brindle.
Dalam beberapa spesies mamalia, perkawinan terjadi antara beberapa jantan dan betina, atau dikenal sebagai poligami. Artinya, dalam kondisi tersebut ada persaingan panjang antara mamalia jantan yang satu dengan lainnya untuk membuahi betina.
Namun, sistem perkawinan manusia tidak seperti itu. Sebaliknya, manusia cenderung monogami atau lebih jarang poligini, di mana salah satu pasangan laki-laki dengan bebrapa perempuan.
Dalam keadaan ini, hanya satu laki-laki yang memiliki akses ke kompetisi perempuan. Selain itu, tidak ada persaingan seksual yang tinggi pasca senggama. Penelitian ini mengungkapkan bahwa baculum pertama berevolusi pada 95-145 juta tahun yang lalu.
"Setelah manusia diketahui tidak memiliki garis keturunan dari simpanse dan sistem perkawinan manusia bergeser ke arah monogami. Saat itu, baculum sudah mulai berkurang yang kemudian hilang pada leluhur manusia," tutur rekan penulis studi, Dr Kit Opie.