Minggu, 23 Agustus 2026 WIB

Dialog Kemerdekaan ke-81, LIPPSU Soroti Ironi Pembangunan: “Negara Merdeka, Rakyat Masih Terjajah

Ahmad Anugrah Lubis - Minggu, 23 Agustus 2026 06:30 WIB
Dialog Kemerdekaan ke-81, LIPPSU Soroti Ironi Pembangunan: “Negara Merdeka, Rakyat Masih Terjajah
Dialog Kemerdekaan ke-81.bersama LIPPSU

MATATELINGA,Medan ; Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) menggelar dialog publik bertajuk "Negara Merdeka, Rakyat Terjajah", Sabtu (22/8/2026), di KKA Medan, Jalan Sena, Kota Medan.

Dialog tersebut menjadi ruang refleksi untuk mengkritisi perjalanan bangsa selama 81 tahun kemerdekaan, khususnya mengenai pembangunan, penegakan hukum, kondisi ekonomi, kesenjangan sosial serta tingkat kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur Eksekutif LIPPSU, Azhari AM Sinik. Turut hadir Ketua Forum Jurnalis Pemprov Sumatera Utara, Roy Syamsul Gultom. Sementara diskusi dipandu oleh Indra Buana Tanjung, S.H., C.MSP., MTR.

Baca Juga:

Sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang turut menyampaikan pandangan kritis dalam forum tersebut. Salah satunya Surtrisno Pangaribuan, S.T., aktivis sekaligus tokoh masyarakat, yang menyoroti masih adanya kesenjangan sosial dan ekonomi di tengah berbagai kemajuan pembangunan yang telah dicapai Indonesia.

Menurutnya, makna kemerdekaan tidak semestinya hanya dipahami sebagai terbebas dari penjajahan secara fisik, tetapi juga harus diwujudkan melalui terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat serta terciptanya kehidupan yang adil dan sejahtera.

Sementara itu, advokat senior Sumatera Utara Dahsat Tarigan, S.H., M.H., memberikan sorotan dari perspektif hukum. Ia menegaskan bahwa hukum dan Undang-Undang harus menjadi instrumen untuk melindungi masyarakat dan menghadirkan keadilan.

Baca Juga:
"Hukum seharusnya menjadi payung perlindungan bagi rakyat, bukan justru menjadi instrumen yang membuat masyarakat semakin sulit mendapatkan keadilan," tegasnya.

Perspektif ekonomi dan politik disampaikan Rafriandi Nasution, S.E., M.T.. Ia membandingkan perkembangan ekonomi dan tingkat kesejahteraan masyarakat di sejumlah negara dengan kondisi Indonesia.

Rafriandi menilai masih terdapat persoalan serius terkait kesenjangan pendapatan dan pemerataan kesejahteraan. Ia juga mengkritisi berbagai program dan kebijakan pembangunan yang menurutnya belum seluruhnya memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat.

"Jangan sampai seperti kue bohong: bentuknya bulat dan terlihat bagus, tetapi isinya kosong. Seolah-olah kita sedang dibodohi dengan janji-janji yang tidak terwujud," ujar Rafriandi.

Baca Juga:
Dalam kesempatan itu, Rafriandi turut mengingatkan amanat Pasal 33 UUD 1945, yang menegaskan bahwa bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Menurutnya, amanat konstitusi tersebut harus menjadi pedoman dalam setiap kebijakan pembangunan agar kekayaan alam Indonesia benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.


Dialog publik LIPPSU berlangsung hangat dan mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat. Diskusi tersebut tidak hanya menjadi forum kritik, tetapi juga menjadi momentum untuk mengevaluasi sejauh mana cita-cita kemerdekaan telah diwujudkan dalam kehidupan masyarakat.
Melalui tema "Negara Merdeka, Rakyat Terjajah", LIPPSU ingin mengajak seluruh pihak untuk melihat kemerdekaan dari perspektif yang lebih luas. Kemerdekaan sejati dinilai bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan bangsa lain, tetapi juga tentang terbebasnya masyarakat dari kemiskinan, ketidakadilan, kesenjangan dan berbagai persoalan sosial.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun diharapkan menjadi refleksi bersama agar pembangunan Indonesia ke depan tidak hanya menghasilkan kemajuan secara fisik, tetapi juga mampu menghadirkan kesejahteraan dan keadilan yang benar-benar dirasakan seluruh rakyat.
"Kemerdekaan akan memiliki makna yang sesungguhnya apabila rakyat bukan hanya melihat kemajuan negara, tetapi juga merasakan langsung hasil pembangunan dalam kehidupan sehari-hari."

Halaman:
Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Wamendagri, Deliserdang Termasuk Kabupaten Ber-APBD Besar, Tantangannya Setara Gubernur
Kapolres Langkat Bersama Kakorbinmas Polri Dialog Kamtibmas
LIPPSU: Salman Farizi Sihotang Mundur, Diduga Ada Belanja Titipan Puluhan Miliar
Zakiyuddin Harahap Paparkan Program PKH, UHC hingga Perlindungan Ojol dalam Dialog Bersama Kojira
LIPPSU:  Kemana Pajak HGU PT Bridgestone Mengalir?
Lewat Dialog Interaktif, Polsek Batang Kuis Paparkan Upaya Tekan Kriminalitas di Wilayahnya
 
Komentar
 
Berita Terbaru