Di tengah guyuran hujan,
Rico Waas menyapa para peserta dan berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah menambah pengetahuan, tetapi juga mempererat persahabatan antarpemuda dari berbagai daerah.
"Mudah-mudahan rekan-rekan semua mendapatkan ilmu yang berharga. Bukan hanya ilmu, tetapi juga kenalan baru, saling mengenal kebudayaan satu dengan lainnya," ujar
Rico Waas.
Dialog berlangsung santai dan interaktif.
Rico Waas menggali pandangan para peserta sekaligus memberikan motivasi agar generasi muda menjadi agen perubahan di daerah masing-masing. Menurutnya, setiap kota memiliki karakter dan keunikan yang menjadi kekayaan bangsa sehingga harus dijaga dan dibanggakan.
"Setiap kota punya keunikan sendiri. Itu adalah kekayaan dan menjadi kebanggaan kita," katanya.
Dalam kesempatan itu,
Rico Waas juga mengajak para pemuda berperan aktif dalam mitigasi bencana, khususnya penanganan banjir. Menurutnya, membangun kota yang tangguh tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran sejak dini, mulai dari tidak membuang sampah sembarangan, menjaga lingkungan, hingga memahami prosedur keselamatan saat terjadi bencana.
"Permasalahan tentang bencana tidak bisa diselesaikan sendirian. Kita harus membangun sistem bersama-sama dan sama-sama peduli, mulai dari tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak lingkungan, sampai memahami apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana," ungkap
Rico Waas.
Rico Waas juga mengajak para pemuda untuk terus mencintai dan berjuang bagi bangsa Indonesia.
"Kota ini kita yang punya. Negara ini kita miliki bersama. Kita harus terus berjuang untuk bangsa kita. Jangan pernah menyerah. Kita harus percaya bahwa bangsa kita adalah bangsa yang hebat dan harus kita perjuangkan sampai titik darah penghabisan," tegas
Rico Waas yang disambut seruan "sepakat" dari seluruh peserta.
Suasana kebersamaan semakin terasa ketika di penghujung dialog,
Rico Waas mengajak seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Pusaka bersama-sama. Di bawah guyuran hujan, para pemuda tetap bernyanyi penuh semangat, menutup malam kebersamaan yang sarat nilai persatuan, kolaborasi, dan kecintaan terhadap Indonesia.