Sambutan, Putra Mahkota Alam Hasibuan, Bupati Padang Lawas menyampaikan, dengan hari raya Idul Adha kali ini dapat menjadi penyatuh bagi seluruh warga Padang Lawas. Apalagi dengan berbagai pengorbanan seperti pelaksanaan qurban, dan pengorbanan waktu untuk menjalankan perintahnya, sehingga terwujudnya kebersamaan dalam menjalankan visi dan misi Kabupaten Padang Lawas, "Luruskan Niat, Teruslah Bermanfaat, Tano Adat Digomgom Ibadat". Semoga dalam pengorbanan dalam berqurban dapat meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Baca Juga:
DR. KH.Ismail Nasution, LC. Ketua MUI Padang Lawas menyampaikan dalam khutbahnya, hari raya Idul Adha ini bukan sebatas seremonial belaka, melainkan dapat mewujudkan makna dari kisah pengorbanan nabi Ibrahim yang begitu gigih dan taat kepada Allah SWT.
Ketika membaca sejarah Nabi Ibrahim AS, akan menemukan bahwa hidup beliau dipenuhi ujian berat. Beliau berhadapan dengan ayahnya sendiri, menghadapi penguasa zalim, dilemparkan ke dalam api, diperintahkan meninggalkan keluarganya di lembah tandus, hingga diperintah menyembelih putranya sendiri yang sangat dicintainya.
Inilah keluarga yang seluruh anggotanya tunduk kepada Allah. Tidak ada ego yang dipertahankan ketika perintah Allah datang.
"Keluarga Ibrahim sebagai contoh dan tauladan yang taat kepada Allah SWT
Baca Juga:
Tidak ada dalam diri mereka, dengki, angkuh dan sombong, maupun ego," tegasnya.
Memperbaiki diri, memperbaiki keluarga.
Qurban dijadikan untuk membunuh, ke egois, kesombongan.
Ustadz Ismail mengajak jama'ah sholat Idul Adha, mengambil pelajaran besar dari keluarga Nabi Ibrahim AS, bahwa keluarga yang kuat bukan hanya keluarga yang kaya dan terpandang, tetapi keluarga yang kokoh dalam iman, sabar dalam ujian, dan teguh dalam ketaatan kepada Allah SWT.
Baca Juga:
Mari jadikan Idul Adha ini sebagai momentum memperbaiki diri, memperbaiki keluarga, memperkuat ukhuwah, dan memperkuat kepedulian sosial melalui ibadah qurban.
Qurban mengajarkan kita untuk membunuh kesombongan, kerakusan, egoisme, dan cinta dunia yang berlebihan. Jika Nabi Ibrahim rela mengorbankan yang paling dicintainya demi Allah, maka mengapa kita masih sulit meninggalkan dosa demi Allah, tanya.
Ket Poto : Bupati Padang Lawas bersama unsur Forkompinda dan ulama melakukan Poto usai menjalankan sholat Idul Adha di Mesjid Agung Padang Lawas.
Baca Juga: