MATATELINGA, Rantauprapat :Terbitnya buku berjudul "Iran Pasca Revolusi Islam," karya Suhari Pane SIP - Wakil Bupati Labuhanbatu periode2010-2015, mendapat tanggapan dari Dr. Agus Marwan, S.IP, M.SP, Dosen Ilmu Politik Fisip USU dan Ketua Forum Masyarakat Literasi Indonesia.
"Buku "Iran Pasca Revolusi Islam," karya Suhari Pane ini, momentumnya sangat tepat", ucap Agus Marwan singkat, menjawab pertanyaan media onlinehttps://matatelinga.com, Minggu (10/5/2026) siang.
Agus dalam komentarnya, memberikan alasan, karena buku ini hadir ditengah-tengah Perang Amerika Serikat (AS), Israel - Iran, yang tak kunjung reda hingga kini.
Baca Juga:
Menurut dia, buku ini dapat membantu kita untuk memahami jejak historis konflik AS-Iran pasca kejatuhan Rezim Shah Reza Pahlevi pada tahun 1979, melalui Revolusi Islam pimpinan Imam Ayatollah Khomeini,
Baca Juga:
"AS melihat Iran sebagai musuh dan ancaman bagi kepentingan AS", ujarnya.
Menurut dia, buku ini layak dibaca oleh berbagai kalangan, para akademisi, politisi, aktivis, mahasiswa, dan para pegiat literasi.
Sementara menurut catatan media online ini, Suhari Pane SIP, alumnus Universitas Muhammadiyah Yokyakarta (UMY), sebelum menjabat Wakil Bupati. Ia sempat mengemban amanah menjadi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Labuhanbatu.
Baca Juga:
Suhari Pane merupakan sosok seorang politisi yang membangun karir dari bawah, mulai dari seorang Guru Sekolah, yang kemudian di kenal menjadi Wakil Bupati.
Sebagai seorang pejabat, dan merupakan orang kedua di Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu kala itu, Suhari Pane disenangi oleh masyarakat.
Suhari Pane, ia berasal dari masyarakat kalangan bawah, yang tidak terduga bias menjadi seorang pejabat pemerintahan.
Baca Juga:
Selain itu, sebelum berkiprah di Pemerintahan, Suhari Pane dikenal seorang aktifis yang sangat dekat dengan kalangan buruh dan nelayan kecil.
Suhari Pane, dalam setiap mengemban amanah, ia dikenal sebagai sosok yang gigih, pantang meyerah, dan bertaggung jawab atas apa yang yang di amanahkan masyarakat Labuhanbatu.