Ia menekankan pentingnya penggunaan infak
masjid untuk kegiatan sosial, bukan untuk menimbulkan perselisihan.
"Gunakan infak masjid untuk berbagi. Jangan sampai karena infak terjadi pertengkaran. Semua yang ada di sini adalah milik Allah," tambahnya.
Baca Juga:
Zakiyuddin juga menyoroti peran
masjid dalam mencegah perilaku negatif yang merusak generasi muda, termasuk penyalahgunaan narkoba. Ia mengajak masyarakat, termasuk ibu-ibu dan wartawan yang hadir, untuk berperan aktif melaporkan titik-titik rawan narkoba di wilayahnya.
"Masjid yang baik akan mendorong kehidupan masyarakat menjadi lebih positif. Dengan hadirnya masjid ini, generasi muda diharapkan terbebas dari pengaruh narkoba, pencurian, dan kejahatan lainnya," ujarnya.
Peletakan batu pertama ini mendapat dukungan Pemko Medan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkimcitaru) dengan bantuan biaya pembangunan sebesar Rp50 juta. Selain itu, Zakiyuddin secara pribadi, atas nama orang tua dan kakaknya yang telah wafat, juga menyumbangkan Rp50 juta untuk pembangunan
masjid ini.
Lebih lanjut, Zakiyuddin menyatakan bahwa almarhum ayahnya, H.M. Shaleh Harahap, selalu menekankan agar mereka memperhatikan kemakmuran masjid dan membangun rumah ibadah lebih dahulu daripada rumah sendiri.
Baca Juga:
"Hal ini membuat saya merasa bertanggung jawab membantu pembangunan
masjid ini," katanya.
Kegiatan ini dihadiri antara lain oleh Kadis Perkimcitaru Jhon Ester Lase, tokoh agama, masyarakat, Camat, serta Lurah se-Kecamatan Medan Tembung. Wakil Wali Kota berharap masjid yang dibangun ini menjadi pusat ibadah sekaligus pusat kegiatan sosial, yang mendukung kebahagiaan dan kesejahteraan seluruh warga.