Matatelinga - Jakarta, Jangan salah, haid yang telat
belum tentu tanda dari kehamilan lho. Pasangan suami istri ketika mengetahui si
wanitanya terlambat datang bulan dengan mengutarakan "Kita akan segera punya momongan."
Memang, diakui dr Rishma
Dhillon Pai, konsultan ginekologi di Lillavati Hospital, Mumbai, bagi
wanita menikah usia 50 tahun ke bawah dan mengalami datang bulan, bisa
jadi memang hamil. Tetapi patut diingat bahwa pola gaya hidup juga
memengaruhi siklus menstruasi.
Stres dan kurang tidur merupakan
salah satu gaya hidup yang sering membuat wanita telat atau bahkan absen
menstruasi dalam kurun satu periode. Turunnya berat badan karena diet
atau stres juga bisa membuat wanita telat datang bulan.
"Diet
yang buruk seperti makan tidak teratur, tidak memenuhi kebutuhan gizi
selain mengganggu metabolisme tubuh juga berpengaruh pada siklus
menstruasi Anda. Menjaga berat badan memang penting tapi jangan sampai
membuat tubuh Anda kekurangan zat-zat yang dibutuhkan," terang dr Pai.
Jika Anda tidak stres, terlalu lelah, atau melakukan diet yang salah tetapi mengalami telat datang bulan, kemungkinan terdapat Polycystic Ovary (PCO). Untuk memastikan apakah memang terdapat PCO, dokter biasanya akan melakukan USG.
Maka
dari itu, ketika haid sudah terlambat lebih dari 3 bulan, wajib untuk
memeriksakan diri ke dokter, demikian diutarakan dr Aryando Pradana SpOG
dari RSIA Bunda Menteng, Jakarta. Jika sudah menikah dan pernah
melakukan hubungan seksual bisa saja telat datang bulan karena hamil dan
jika positif, dokter akan melakukan USG.
"Tapi kalau belum
menikah dan secara seksual belum aktif, usianya masih di bawah 25 tahun,
tidak haid hingga 3 bulan akan dievaluasi. Untuk penanganan, tergantung
penyebab telat haidnya. Kalau memang karena hormon, bisa diberikan
terapi obat hormonal," terang dr Aryando, seperti ditulis Minggu
(24/8/3014).
(Mt/Dtc)