Matatelinga - Jakarta, Banyak istri yang tidak pernah
mencapai orgasme walaupun telah lama menikah. Di antara disfungsi
seksual yang terjadi pada perempuan, kegagalan orgasme paling banyak
dijumpai. Anda yakin istri Anda bisa orgasme?
Mungkin agak aneh kedengarannya kalau seorang
perempuan yang sudah lama menikah, bahkan sudah mempunyai anak, tidak
pernah merasakan orgasme. Berarti selama menikah dia hanya berfungsi
hamil, melahirkan, menyusui, dan melayani kebutuhan seksual suaminya.
Keanehan
semakin bertambah karena suami tidak tahu bahwa istrinya tidak pernah
mencapai orgasme, setiap kali melakukan hubungan seksual.Kenyataan
tentang kegagalan istri mencapai orgasme ini tidak hanya banyak dijumpai
di klinik, melainkan juga dalam bentuk pertanyaan yang diajukan melalui
surat secara pribadi ataupun melalui media massa.
Seorang suami sempat tertegun di depan saya ketika istrinya mengaku
tidak pernah mencapai orgasme padahal mereka telah menikah lima tahun.
Mungkin karena terkejut, tidak percaya, atau kecewa, suami itu bereaksi
dengan menyalahkan istrinya yang tidak memberitahukan masalah itu
kepadanya. Padahal sang istri mengira suaminya sudah tahu mengenai
keadaan fungsi seksual dirinya.
Pada umumnya kegagalan orgasme
memang merupakan masalah perempuan. Sangat sedikit laki-laki yang
mengalami kegagalan orgasme. Artinya, hampir semua laki-laki tidak
mengalami kegagalan orgasme.
Ada beberapa istilah yang digunakan
untuk menyebut kegagalan mencapai orgasme, yaitu disfungsi orgasme,
anorgasmia, atau cukup disebut gangguan orgasme (orgasmic disorder).
Tetapi apa pun istilahnya, yang pasti orgasme tidak tercapai sama
sekali atau sangat sulit tercapai.
- Primer dan Sekunder
Menurut ahli seksologi dan andrologi dari Universitas Udayana, Denpasar,
Bali Prof. Wimpie Pangkahila Sp.And, berdasarkan waktu terjadinya,
anorgasmia dapat dibagi menjadi anorgasmia primer dan anorgasmia
sekunder. Anorgasmia primer berarti sejak semula memang tidak pernah
mencapai orgasme setiap kali melakukan hubungan seksual. Anorgasmia
sekunder berarti sebelumnya pernah mencapai orgasme, bahkan secara
teratur. Tetapi akibat sesuatu sebab, kemudian terjadi kegagalan
mencapai orgasme.
Ada pula perempuan yang tidak dapat mencapai
orgasme bila melakukan hubungan seksual, padahal dengan cara lain,
misalnya masturbasi, dia dapat mencapainya. Keadaan seperti ini disebut
situational anorgasmia. Jadi tercapainya orgasme tergantung kepada
situasi rangsangan yang diterimanya.
Di samping itu ada pula
jenis lain kegagalan orgasme, yaitu gagal mencapai orgasme bila
melakukan hubungan seksual yang biasa-biasa saja. Lain bila hubungan
seksual dilakukan pada keadaan tertentu yang khusus, misalnya di mobil,
maka orgasme dapat dicapai. Anorgasmia ini disebut random anorgasmia.
- Kurang Rangsangan
Penyebab kegagalan orgasme cukup kompleks. Tetapi pada dasarnya,
kata Prof. Wimpie, kegagalan orgasme dapat disebabkan oleh faktor fisik
dan psikis. Penyebab fisik meliputi faktor penyebab yang berkaitan
dengan teknik hubungan seksual dan beberapa penyakit.
Penyebab
yang berkaitan dengan teknik hubungan seksual ialah rangsangan fisik
pendahuluan yang tidak cukup diterima. Selain itu posisi hubungan
seksual yang tidak efektif bagi perempuan, dan difungsi seksual di pihak
laki-laki; yaitu ejakulasi dini dan disfungsi ereksi.
Banyak
terjadi perempuan tidak cukup menerima rangsangan ketika melakukan
hubungan seksual. Keadaan ini tidak disadari oleh para laki-laki, yang
menyangka perempuan pasti cukup menerima rangsangan selama hubungan
seksual berlangsung. Padahal sebaliknya yang terjadi.
Akibat
posisi yang tidak benar, yang tidak sesuai dengan letak bagian yang peka
rangsangan pada kelamin perempuan, banyak perempuan yang tidak menerima
rangsangan seksual efektif selama berhubungan seksual. Berarti hubungan
seksual yang dilakukan tidak efektif memberikan rangsangan seksual
kepada pihak perempuan. Akibatnya perempuan gagal mencapai orgasme.
-
Sementara suami menganggap hubungan seksual telah berlangsung dengan
benar, karena mereka berpatokan pada dirinya sendiri sebagai laki-laki.
Berbeda
dengan perempuan, karena bentuk anatomik penis yang menonjol, maka
laki-laki hampir pasti menerima rangsangan seksual yang cukup efektif
selama melakukan hubungan seksual. Karena itu laki-laki dengan mudah
dapat mencapai orgasme bila melakukan hubungan seksual.
Disfungsi
seksual suami yang banyak menjadi penyebab anorgasmia di pihak istri
ialah ejakulasi dini. Celakanya banyak suami tidak menyadari karena
mereka merasa mampu melakukan hubungan seksual.
Disfungsi
seksual yang lain ialah disfungsi ereksi. Pada disfungsi ereksi, dengan
ereksi yang masih dapat terjadi walaupun tidak sempurna, hubungan
seksual juga masih dapat berlangsung. Tetapi tentu saja tidak cukup
memberikan rangsangan bagi istri, sehingga istri gagal mencapai
orgasme.
Beberapa penyakit yang menghambat orgasme ialah
penyakit yang mengganggu syaraf di daerah kelamin, misalnya penyakit
kencing manis. Penyakit lain ialah gangguan aliran darah di vagina,
gangguan hormon seks, infeksi menahun pada vagina, dan penyakit-penyakit
menahun lain yang mempengaruhi keadaan tubuh secara umum.
- Faktor Psikis
Faktor psikis juga banyak yang dapat mengakibatkan kegagalan
orgasme. Faktor psikis ini meliputi semua faktor yang secara psikis
berpengaruh, baik pada masa anak-anak, remaja, dan dewasa.
Lingkungan
masa kecil yang penuh pandangan negatif terhadap seksualitas, banyak
melatarbelakangi kehidupan seksual wanita yang mengalami kegagalan
orgasme.
Trauma seksual pada masa anak-anak atau remaja juga
kerap menjadi penghambat tercapainya orgasme di kemudian hari. Demikian
juga perasaan bersalah, berdosa, atau kecemasan yang berlebihan ketika
melakukan hubungan seksual.
Ada beberapa faktor psikis yang
berhubungan langsung dengan interaksi dengan suami, yaitu tiadanya
komunikasi yang baik, tiadanya keterlibatan emosi, dan sikap suami yang
tidak menyenangkan ketika akan melakukan hubungan seksual.
Selain itu bau badan yang mengganggu dan kebosanan juga menambah faktor psikis yang berkaitan dengan suami.
Penyebab
di atas, mungkin telah dialami sejak awal atau mungkin terjadi
kemudian. Kalau dialami sejak awal, maka terjadi anorgasmia primer.
Tetapi kalau penyebab di atas dialami kemudian, maka terjadi anorgasmia
sekunder. Jadi jangan merasa aneh kalau istri Anda yang semula dapat
mencapai orgasme, kini tidak dapat lagi merasakannya.
- Berakibat Cepat Marah
Apa akibatnya bila istri tidak dapat mencapai orgasme? Sebagian istri
merasa kecewa karena dorongan seksualnya tidak mendapatkan pelepasan
setelah melakukan hubungan seksual. Sebagian lain merasa penasaran
setelah kawan-kawannya menceriterakan pengalaman seksualnya yang cukup
memuaskan.
Lebih jauh, akibat yang lain mungkin terjadi,
misalnya penyelewengan seksual, rasa sakit ketika melakukan hubungan
seksual, padamnya gairah seksual, dan vaginismus. Rasa sakit ketika
melakukan hubungan seksual dan vaginismus merupakan semacam reaksi
penolakan terhadap hubungan seksual. Vaginismus ialah kekejangan
abnormal otot vagina dan sekitarnya yang terjadi setiap ada sentuhan
terhadap kelamin.
Selain itu, beberapa perempuan yang mengalami
kegagalan orgasme juga merasakan gejala-gejala psikosomatik seperti
pusing, cepat marah, sulit tidur, dan rasa sakit di daerah pinggul. Rasa
sakit ini dapat timbul akibat bendungan aliran darah di daerah itu.
Tetapi sebaliknya, ada pula perempuan yang merasa biasa-biasa saja
walaupun hubungan seksualnya tidak pernah berakhir dengan orgasme.
Walaupun mereka merasa tidak puas, tetapi pada akhirnya mereka dapat
menerima kenyataan itu.
Seakan-akan mereka pasrah menerima, dan
merasa cukup dengan apa yang mereka rasakan dalam berhubungan seksual
walaupun memang tidak memuaskan.
Keadaan pasrah begini tentu
sulit diterima oleh perempuan yang sebelumnya pernah merasakan kepuasan
orgasme. Masalahnya, mereka telah dapat membandingkan antara hubungan
seksual yang berakhir dengan sempurna dan yang tidak sempurna.
Di
pihak suami, kegagalan orgasme istrinya juga dapat menyebabkan
kekecewaan. Sang suami merasa kecewa karena tidak mampu memberikan
kepuasan seksual kepada istrinya.
Tetapi banyak suami ternyata tidak
mengetahui bahwa istrinya tidak pernah atau sangat jarang mencapai
orgasme. Suami yang tidak mengetahui kenyataan ini, pada akhirnya akan
merasa menyesal bercampur malu, karena ketidaktahuannya yang sebenarnya
identik dengan kebodohannya.
- Temukan Cara ke Puncak
Untuk mengatasi kegagalan orgasme, langkah pertama ialah mengetahui
apa penyebabnya. Tanpa mengetahui penyebabnya, maka upaya pengobatan
tidak akan berhasil memuaskan, bahkan sangat mungkin gagal.
Penyebab
dasar anorgasmia dicari melalui serangkaian wawancara dan pemeriksaan,
termasuk pemeriksaan laboratorium bila diperlukan. Setelah diketahui
penyebabnya, barulah diambil langkah lebih lanjut.
Kalau
penyebabnya adalah penyakit tertentu, maka harus diberikan pengobatan
yang tepat agar penyakit yang ada dapat diatasi. Kalau penyebabnya
adalah gangguan dalam teknik melakukan hubungan seksual, maka diperlukan
konsultasi dan pendidikan yang benar. Di sini meliputi rangsangan
pendahuluan dan posisi hubungan seksual yang efektif bagi perempuan.
Kalau penyebabnya adalah disfungsi seksual di pihak suami, maka gangguan yang ada harus diatasi lebih dulu.
Penyebab
psikis yang ada juga harus diatasi. Kalau tidak ada komunikasi yang
baik dengan suami, segeralah perbaiki dan bina dengan baik. Kalau faktor
kejemuan yang menjadi penyebabnya, cobalah lenyapkan dengan memberikan
variasi, misalnya dengan memberikan suasana kamar yang berbeda, cara
rangsangan yang berbeda, atau posisi hubungan seksual yang berbeda.
Yang paling sulit diatasi kalau faktor psikis yang ada berupa hilangnya
perasaan cinta atau rasa tertarik kepada suami. Setelah penyebab yang
ada diatasi, selanjutnya suatu cara sex therapy dapat dilakukan dengan
bantuan suami. Cara ini berupa serangkaian latihan untuk belajar
menerima rangsangan erotik sampai akhirnya dapat mencapai orgasme.
Tetapi
tidak jarang juga kegagalan orgasme dapat diatasi hanya dengan
memberikan informasi yang benar tentang seksualitas. Tentu saja bila
penyebabnya karena ketidakmengertian.
Sebagai contoh, informasi yang benar tentang posisi hubungan seksual yang memberikan rangsangan yang efektif bagi perempuan.
Kegagalan
orgasme pada perempuan, seperti juga gangguan fungsi seksual yang
lain, seharusnya tidak dibiarkan. Masalahnya, gangguan orgasme dapat
menimbulkan akibat yang tidak diinginkan, bahkan juga pada sang suami.
(Mt/Liputan)