Matatelinga - Paris, Hingga hari ini
kualitas udara di Paris dilaporkan sudah semakin membaik. Para ahli
memperkirakan polusi udara yang terjadi beberapa waktu lalu di Paris
merupakan yang terburuk semenjak 2007. Penyebab utamanya ditengarai
karena meningkatnya konsumsi bahan bakar diesel oleh masyarakat Paris,
sehingga menimbulkan pencemaran udara.
Tak hanya kota-kota di Indonesia dan China, polusi udara juga
menyelimuti sejumlah negara di Eropa, seperti Prancis, Belgia, dan
Jerman. Di Kota Paris, polusi udara ini mengakibatkan Menara Eiffel
menjadi tertutup oleh tebalnya polusi.
Mengutip dari Inhabitat,
Rabu (19/3/2014), asap polusi ini telah menyelimuti Kota Paris semenjak
beberapa hari lalu. Tingkat polusinya bahkan tercatat lebih buruk
dibandingkan Bejing.
Pemerintah setempat pun mengambil sejumlah
langkah darurat untuk mengurangi polusi udara. Misalnya dengan
menggratiskan transportasi umum, membagi-bagikan sepeda, sampai
membagikan mobil lisrik gratis.
Tidak hanya itu, pemerintah
setempat juga membuat kebijakan untuk melarang masyarakat untuk membawa
mobil pribadi atau sepeda motor pada hari Senin. Sebanyak 700 polisi
disiagakan untuk mengawasi peraturan ini.
Saat ini, diperkirakan 60
persen kendaraan di Paris menggunakan mesin diesel. Menurut penelitian
badan kesehatan dunia (WHO), asap yang ditimbulkan oleh kendaraan diesel
bersifat karsinogenik atau sangat berbahaya bagi paru-paru.
Tidak
hanya itu, untuk mengendalikan polusi, pemerintah setempat juga
menerapkan peraturan untuk menurunkan batas kecepatan, mengimbau agar
tak membakar kayu bakar, dan melarang truk-truk bermuatan untuk melintas
di jalanan kota. Tidak hanya itu, pemerintah juga membatasi jam kerja
pegawai pabrik untuk mengurangi emisi.
(Okz/Mt-01)