Matatelinga.com, Kelompok militan ISIS kebakaran jenggot dan dikabarkan mengumumkan keadaan darurat di markas utamanya di Mosul, Irak. Status itu dideklarasikan ISIS setelah mereka digempur serangan udara dan diteror rangkaian pembunuhan yang dilakukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS). Situasi ini semakin menunjukkan kemunduran di pihak Daesh, sebutan lain untuk ISIS, yang mengalami serangkaian kekalahan di berbagai wilayah di Timur Tengah.
Selama ini Kota Mosul yang direbut ISIS pada 2014 merupakan benteng pertahanan utama kelompok militan itu untuk menebar teror di Irak. Namun, rangkaian serangan udara dan pembunuhan para pejabat tingginya membuat ISIS menarik pasukan dari jalan-jalan kota karena khawatir adanya serangan.
“Serangan udara koalisi internasional telah menghancurkan lokasi-lokasi berkumpulnya dan markas-markas ISIS di daerah-daerah hutan di Mosul. ISIS juga panik karena gelombang pembunuhan dan mulai memutus jalan utama ke pemukiman, setelah mengumumkan keadaan darurat,” kata seorang sumber yang berada di Nineveh sebagaimana dilansir dari Iraqi News, Jumat (16/9/2016).
Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah pejabat tinggi ISIS terbunuh di Distrik Qayyarah, Sharqat, dan Bashiqa. Serangan udara pasukan koalisi pimpinan AS juga semakin intensif untuk merealisasikan target yang dicanangkan militer Irak untuk merebut Mosul tahun ini.
(Fit/Okz)