Matatelinga.com, Seorang wartawan di Sydney, Australia ditangkap oleh polisi atas dugaan memiliki hubungan dengan Partai Pekerja Kurdi (PKK). Penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan dua operasi penggerebekan di bagian utara Sydney pada Rabu 20 Juli 2016 malam waktu setempat.
Pria bernama Renas Lelikan itu pernah diizinkan kembali ke Australia setelah terjebak di kamp pengungsi asal Irak selama sembilan bulan. Pria berusia 38 tahun itu mendapat jaminan berupa dokumen bepergian sementara sehingga dapat kembali ke Negeri Kanguru.
Lelikan kini harus bersiap untuk menghadapi persidangan lewat sambungan telekonferensi pada Kamis (21/7/2016), setelah dijatuhi dakwaan sebagai anggota organisasi teroris. Pria asal suku Kurdi itu terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.
“Tidak ada ancaman saat ini atau yang akan datang dari aksi teroris kepada warga Australia yang timbul akibat penyelidikan ini,” tulis kantor berita AFP, sebagaimana dikutip dari The Guardian dan dilansir dari laman okezone.com, Kamis (21/7/2016). PKK dilabeli sebagai organisasi teroris oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Partai tersebut dituding bertanggung jawab dalam serangkaian bom bunuh diri yang melanda Turki dalam satu tahun terakhir. Sejak Januari 2016, simpatisan PKK diduga melakukan enam bom bunuh diri di seantero Turki.
(Fit)