Matatelinga.com, Swedia yang merupakan salah satu destinasi para pengungsi Timur Tengah untuk mencari “suaka”, mulai kesulitan menempatkan para pengungsi di permukiman darat. Oleh karenanya, “permukiman” yang mengapung pun jadi solusi tersendiri.
Sejak Desember 2015 lalu, sudah 163 ribu lebih pengungsi yang ditampung Swedia dan kini, problem permukiman jadi isu tertentu yang jadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah negara Skandinavia (Eropa Utara) itu.
Migrationsverket atau Keimigrasian Swedia, mengajukan permintaan pada perusahaan Amerika Serikat (AS) yang mengoperasikan Kapal Pesiar “MV Ocean Gala”, untuk menjadikannya tempat penampungan dengan nama baru, “MS Island Escapes”, yang bisa ditempati sekira 1.800 pengungsi.
“Sejak musim gugur lalu, kami sangat kesulitan untuk menangani masalah (permukiman pengungsi) ini yang sudah dirasa mencapai titik batas,” ungkap otoritas Migrationsverket, Anders Danielsson, dikutip Sputnik dan dilansir dari laman okezone.com, Sabtu (20/2/2016).
Dikatakan, kontrak kerja sama dengan operator asal AS, sudah ditandatangani untuk menjadikan kapal pesiar itu, menjadi penampungan pengungsi selama empat tahun ke depan.
Rencananya, penampungan mengapung itu akan bersandar di Pelabuhan Härnösand yang saat ini, tinggal menunggu administrasi perizinan.
“Kami tidak punya opsi apapun tentang penempatannya (kapal pesiar pengungsi). Masalahnya bergantung pada pelabuhan yang dirasa cocok,” timpal pejabat Migrationsverket lainnya, Willis Aberg.
(Fit)