Senin, 07 September 2026 WIB
Imigran

Bentrok Pecah Antara Imigran dan Polisi Hungaria

Admin - Kamis, 17 September 2015 11:59 WIB
Bentrok Pecah Antara Imigran dan Polisi Hungaria
google
Ilustrasi
Matatelinga.com, Ratusan imigran memaksa masuk melewati pagar berduri menuju wilayah Hungaria setelah terjadi bentrokan antara mereka dengan polisi antihuru-hara. Polisi pun membalasnya lemparan batu dari para imigran dengan semprotan water cannon.

Banyak imigran yang akhirnya menembus pagar yang didirikan polisi dengan tinggi hampir 4 meter itu. Tepat pada Selasa 15 September 2015 sore, di perbatasan Serbia-Hungaria, kerumunan imigran yang memaksa masuk dihalangi polisi antihuru-hara. Mereka coba dihalau dengan gas air mata dan dipukuli menggunakan tongkat baton oleh polisi agar kembali ke wilayah Serbia.

Bentrokan ini memicu permasalahan secara politik kepada Hungaria. Sekjen PBB dan pejabat Serbia bersama kelompok HAM mengutuk tindakan tersebut.

Perdana Menteri Serbia Aleksandar Vucic menuduh Hungaria adalah negara brutal dan bertindak seperti bukan negara Eropa, juga memperingati Hungaria untuk tidak melempari wilayah Serbia dengan gas air mata. Dia juga memaksa Uni Eropa untuk merespons masalah ini.

Para imigran akhirnya kembali dipukul mundur oleh 400 polisi antihuru-hara yang dibagi menjadi dua kelompok. Polisi ada yang menjaga pagar dan ada yang mengejar imigran yang berhasil masuk ke Hungaria. Tiga kendaraan militer Humvee, lengkap dengan senjata diposisikan di dekat pagar pembatas.

Belasan orang mengalami luka-luka yang cukup parah, termasuk anak-anak. Banyak imigran yang mengalami luka di kepala, sehingga harus diperban.

Terdapat satu anak perempuan berambut panjang dibawa menggunakan ambulans karena mengalami kejang setelah terkena lemparan ketika lelap tertidur di selembar karton di sekitar lokasi bentrokan.

Serbia mengirim tiga ambulans ke lokasi bentrok. Dokter yang ada di lokasi memeriksa anak-anak yang menangis akibat terkena gas air mata dan terjepit gerombolan imigran.

“Ini sungguh hari yang buruk. Kami kedinginan, apalagi keluarga yang memiliki bayi,” tutur Bashir (17), remaja asal Afghanistan, sebagaimana dilansir Daily Mail dan dikutip laman okezone.com, Kamis (17/9/2015).

Ia menceritakan bahwa bentrokan ini disebabkan kondisi kelelahan dan iklim yang membuat emosi dari para imigran memuncak karena tidak diizinkan masuk ke wilayah Hungaria. Mereka bahkan terpaksa tidur di jalanan dan rumput-rumput di pinggiran Jalan Tol Serbia-Hungaria.


(Fit)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru