Matatelinga - Gaza, Kelompok Hamas menyatakan, serangan udara
itu terjadi pada Selasa, 19 Agustus malam waktu setempat dan menewaskan
istri dan putri dari kepala militer Gaza. Sang anak baru berumur dua
tahun.
"Istri dari pemimpin besar menjadi martir bersama
putrinya," kata wakil pemimpin Hamas, Mussa Abu Marzuk seperti dilansir
kantor berita AFP, Rabu (20/8/2014). Namun tidak disebutkan mengenai nasib komandan Brigade Ezzedine al-Qassam bernama Mohammed Deif tersebut.
Gaza kembali memanas. Serangan udara yang
kembali dilancarkan Israel menewaskan istri dan anak dari seorang
komandan Hamas di Gaza.
Sementara
militer Israel menyatakan, pihaknya menggempur lebih dari 25 target di
Gaza pada Selasa (19/8), namun tidak dijelaskan lebih rinci.
Kematian
ibu dan anak tersebut merupakan yang pertama kali akibat serangan udara
Israel di Gaza sejak 10 Agustus lalu. Sebelumnya, konflik antara Israel
dan Hamas yang berlangsung lebih dari sebulan telah menewaskan
setidaknya 2.020 warga Palestina dan 67 orang di pihak Israel sejak 8
Juli lalu.
Sebelumnya, kelompok bersenjata Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam
mengingatkan, Israel telah membuka pintu neraka bagi dirinya sendiri
dengan melancarkan serangan-serangan udara tersebut. Brigade Ezzedine
al-Qassam pun mengancam bahwa Israel akan membayar mahal atas
kejahatan-kejahatannya.
(Mt/detik)