MATATELINGA,Istanbul: Untuk melaksanakan nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran, menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah,Qatar menyerukan koordinasi yang lebih erat di antara negara-negara Teluk.
Seruan itu disampaikan Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani dalam pembicaraan terpisah dengan para pejabat dari Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait, Oman, dan Bahrain pada Senin.
Baca Juga:
Menurut Kementerian Luar Negeri
Qatar, pembicaraan tersebut membahas perkembangan situasi regional, khususnya upaya diplomatik dan koordinasi bersama untuk meredakan ketegangan.
Pembicaraan yang dilakukan juga membahas langkah-langkah untuk memperkuat keamanan dan stabilitas kawasan, selain kerja sama bilateral.
Al Thani menekankan pentingnya seluruh pihak tetap berpegang pada jalur dialog dan diplomasi.
Ia juga meminta seluruh pihak melaksanakan ketentuan dalam nota kesepahaman antara AS dan Iran, termasuk menjamin kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.
Baca Juga:
Menurut Al Thani, langkah itu penting untuk menjaga stabilitas kawasan dan mempertahankan kemajuan yang telah dicapai,dikutip.
Ia juga menegaskan dukungan penuh Qatar terhadap berbagai upaya untuk meredakan ketegangan dan mencapai kesepakatan menyeluruh guna mewujudkan perdamaian jangka panjang di kawasan.
Ketegangan di
Timur Tengah meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari lalu.
Teheran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke sejumlah negara di kawasan.
Baca Juga:
Amerika Serikat dan Iran sempat menyepakati gencatan senjata pada April sebelum menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada Juni.
Kesepakatan tersebut bertujuan mengakhiri konflik militer dan membuka jalan menuju perjanjian damai yang lebih permanen.
Namun, kesepakatan itu runtuh bulan lalu setelah Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan selama hampir dua pekan.
Baca Juga: