Senin, 02 November 2026 WIB

Empat Tersangka Pembunuhan Presiden Haiti Tewas

- Jumat, 09 Juli 2021 08:00 WIB
Empat Tersangka Pembunuhan Presiden Haiti Tewas
Baku tembak polisi dengan tersangka pelaku pembunuhan Presiden Haiti
MATATELINGA. Haiti - Dalam baku tembak dengan polisi pada Rabu (07/07/2021) dini hari. Kepala Kepolisian Nasional Haiti Leon Charles mengatakan empat tersangka pembunuhan Presiden Jovenel Moise, tewas


Perburuan digelar setelah pembunuhan Moise di kediaman pribadinya di kawasan mewah di pinggir ibu kota Port-au-Prince, menjelang fajar hari Rabu (07/07/2021).

“Para pembunuh itu buron,” ujar Duta Besar Haiti untuk Amerika Serikat (AS) Bocchit Edmond dalam konperensi pers dengan wartawan yang meliput di Departemen Luar Negeri Amerika.

Baca Juga:Marc Marquez Sadar Kinerjanya Belum Seimpresif Dahulu

“Kami menyerukan perburuan internasional," terangnya.

Edmond mengatakan Haiti akan meminta bantuan AS. “Haiti yang stabil adalah untuk kepentingan Amerika,” tambahnya.

Charles mengatakan kepada wartawan di Port-au-Prince bahwa dua tersangka yang digambarkannya sebagai “tentara bayaran” ditangkap. Tiga polisi yang sempat disandera oleh para tersangka sudah dibebaskan. Charles tidak memperinci lebih jauh tentang operasi itu.

Dia menambahkan perbatasan Haiti dengan Republik Dominika dan bandara kedua negara ditutup. Menurutnya, para pejabat menduga penyerang masih berada di Haiti atau melarikan diri melalui perbatasan. Ia mengesampingkan kemungkinan melarikan diri melalui udara, dengan mengatakan hampir tidak mungkin menghindari sistem pengawasan udara negara itu.


[br]

Reaksi AS

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengutuk pembunuhan itu dan menyampaikan belasungkawa dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Gedung Putih.

“Kami mengutuk tindakan keji ini, dan saya dengan tulus mendoakan pemulihan Ibu Negara. AS menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Haiti dan kami siap membantu selagi kami melanjutkan pekerjaan demi Haiti yang aman dan terjamin," ujar Biden.

Biden menyebut serangan itu “mengkhawatirkan.

“Kita membutuhkan lebih banyak informasi,” ujarnya ketika ditanya wartawan sebelum terbang dengan Marine One menuju Pangkalan Udara Andrews, Rabu (07/07/2021) pagi.


Tentara bayaran

Ketika ditanya VOA apakah para pejabat itu mengetahui kewarganegaraan para tersangka pelaku, Edmond mengatakan ia tidak yakin. Namun, berdasarkan petikan video yang diperoleh polisi dan diyakini kredibel, para pembunuh berpura-pura sebagai agen-agen Badan Pemberantasan Narkoba AS (US Drug Enforcement Agency/DEA). Edmond menggambarkan para pelaku sebagai tentara bayaran.

“Mereka berbicara dalam bahasa Spanyol dan berpura-pura sebagai agen DEA. Sebagaimana yang kita tahu ini bukan cara DEA beroperasi. Saya yakin mereka agen DEA palsu. Sejumlah pakar yang melihat video itu mengatakan mereka adalah pembunuh profesional,” ujar Edmond pada wartawan.

Ibu Negara Haiti Martine Moise, yang juga ditembak dalam serangan itu, berada dalam kondisi kritis tetapi stabil dan telah dipindahkan ke sebuah rumah sakit di Miami, Florida, untuk menjalani perawatan.

Salah seorang anak presiden yang berada di rumah itu ketika serangan terjadi telah dibawa ke lokasi yang aman.


[br]

Reaksi Badan-badan Dunia

Di Washington DC, dewan tetap Organization of American States (OAS) melangsungkan pertemuan darurat virtual untuk membahas pembunuhan Moise. Negara-negara anggota organisasi ini mengutuk pembunuhan itu, serta menyampaikan belasungkawa dan rasa solidaritas pada rakyat Haiti.

Duta Besar Amerika Untuk OAS Brad Freden mengatakan ia sangat terkejut dengan berita itu dan bahwa AS prihatin dengan keamanan dan stabilitas politik Haiti. Ia menyerukan kepada seluruh aktor politik untuk mengesampingkan perbedaan mereka dan bekerja sama demi tujuan baik bagi rakyat Haiti.

Di New York, Presiden Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang juga Duta Besar Perancis Untuk PBB Nicolas de Riviere mengatakan dewan itu sangat terkejut dengan kabar pembunuhan itu. Dewan itu akan melangsungkan pertemuan tertutup pada Kamis (08/07/2021) pagi untuk membahas perkembangan di Haiti.

“Ini saat yang genting. Saya kira kita semua tahu ini saat sensitif dan sulit di Haiti,” terang Duta Besar Irlandia Untuk PBB Geraldine Byrne Nason. Dia menambahkan dewan itu akan membahas bagaimana membantu rakyat Haiti.

“Saya kira ini merupakan masa yang kelam bagi mereka, dan kami tentu saja ingin menunjukkan dukungan bagi rakyat Haiti,” tegasnya.

PBB memiliki sekitar 1.200 staf di Haiti sebagai bagian dari misi politik di negara itu. (Mtc/Okz)

Editor
: Rizky
Sumber
: Okezone
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru