Jumat, 01 Mei 2026 WIB

Harga Minyak Dunia Meroket, Diprediksi Ini Biang Keroknya!

Redaksi - Jumat, 17 Juni 2022 08:05 WIB
Harga Minyak Dunia Meroket, Diprediksi Ini Biang Keroknya!
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA. Jakarta - Harga minyak naik karena sanksi baru terhadap Iran memicu kekhawatiran pasokan yang telah membuat harga melonjak tahun ini. Harga minyak dunia naik pada penutupan Kamis (Jum'at pagi Wib).


Produksi minyak Libya telah turun menjadi 100.000-150.000 barel per hari, sebagian kecil dari 1,2 juta barel per hari yang terlihat tahun lalu, dan para analis tetap khawatir bahwa negara itu dapat memiliki masalah berkelanjutan dalam pengiriman minyak di tengah kerusuhan.

Harga tergelincir lebih dari 2,0% sesi sebelumnya setelah Federal Reserve AS menaikkan suku bunga utamanya sebesar 0,75%, kenaikan terbesar sejak 1994.

Baca Juga:Medan Tuan Rumah Pelaksanaan Raker Komwil I APEKSI

"Begitu Anda menaikkan suku bunga setinggi itu, dan juga Anda tahu itu akan terjadi bulan depan, banyak pelanggan ritel mengalami kesulitan berdagang begitu Anda mulai menaikkan biaya perdagangan mereka," kata Robert Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho di New York.

Pada Kamis (16/06/2022), saham-saham Eropa jatuh setelah kenaikan suku bunga yang mengejutkan dari bank sentral Swiss (SNB). Langkah ini diikuti oleh kenaikan suku bunga bank sentral Inggris (BoE).


Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus menetap di USD119,8 per barel terangkat USD1,30 atau 1,1%. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli berakhir menguat USD2,27 atau 2,0% menjadi USD117,58 per barel.

[br]

Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan permintaan akan meningkat lebih lanjut pada tahun 2023, tumbuh lebih dari 2,0% ke rekor 101,6 juta barel per hari. Optimisme bahwa permintaan minyak China akan pulih karena pelonggaran pembatasan COVID-19 juga mendukung harga. Seperti dikutip dari Okezone, Jum'at (17/06/2022).

Para analis mengatakan harga mendapat dorongan dari keputusan Washington untuk menjatuhkan sanksi pada perusahaan China, Emirat dan Iran yang membantu mengekspor petrokimia Iran.
Editor
: Rizky
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru