Senin, 27 April 2026 WIB

Harga Emas Mencatatkan Kenaikan Seiring Kecemasan Dengan Virus Corona

Redaksi - Kamis, 30 Januari 2020 07:17 WIB
Harga Emas Mencatatkan Kenaikan Seiring Kecemasan Dengan Virus Corona
Hand Over
ilustrasi
MATATELINGA, New York:  Banyak pihak memprediksi, The Fed tidak akan mengubah kebijakan suku bunga. Kendati begitu, investor ingin mendengar apakah pimpinannya, Jerome Powell, akan mempertahankan bahasa yang optimistis saat pengumuman.





Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya bagi investor yang memegang non-yield bullion dan membebani dollar AS. Hal ini akan membuat emas lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

"Selain faktor The Fed, alasan minat investor terhadap emas adalah dampak virus corona dan bagaimana hal itu akan memengaruhi data ekonomi China," tambah Haberkorn seperti yang dikutip Reuters.

Amerika Serikat dan Jepang mengevakuasi warga negara mereka dari kota yang dikarantina di Wuhan, China. Sementara, British Airways menangguhkan penerbangan karena kematian akibat wabah itu meningkat menjadi 132 dan kemunculan kasus pertama virus corona di Timur Tengah.






Meskipun kinerja perusahaan yang lebih baik dari perkiraan bisa membantu mendorong sedikit pemulihan di pasar keuangan, kekhawatiran atas kejatuhan ekonomi dari wabah memangkas minat investor untuk aset berisiko.

Pada hari Selasa, harga emas turun hampir 1% setelah data ekonomi AS positif mengangkat pasar ekuitas bersama dengan dollar.

Selanjutnya memperkuat daya tarik emas, imbal hasil Treasury AS juga jatuh di tengah kekhawatiran seputar epidemi.

Harga emas dunia mencatatkan kenaikan pada transaksi Rabu (29/1/2020) di New York. Data yang dihimpun Reuters menyebutkan, harga emas di pasar spot naik 0,3% menjadi US$ 1.570,36 per troy ounce. Sedangkan harga kontrak emas berjangka tak banyak mengalami perubahan di posisi US$ 1.570,40 per troy ounce.





Harga emas mencatatkan kenaikan seiring kecemasan akan perlambatan ekonomi global akibat menyebarnya virus corona dari China yang cepat. Kondisi ini membuat permintaan safe haven meningkat. Di sisi lain, investor juga tengah menanti keputusan kebijakan moneter The Federal Reserve.

"Investor tengah mencari petunjuk mengenai apa yang akan The Fed lakukan terkait suku bunga di 2020," jelas Bob Haberkorn, senior market strategist RJO Futures kepada Reuters.
Editor
:
Sumber
: ktn
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru