Senin, 12 Oktober 2026 WIB

Abaikan Potensi Resesi Ekonomi, Wall Street Melesat

Redaksi - Kamis, 29 Agustus 2019 07:00 WIB
Abaikan Potensi Resesi Ekonomi, Wall Street Melesat
Hand Over
Ilustrasi
MATATELINGA, New York: Pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), pulih dari kerugian awal, karena didorong penguatan saham energi dan keuangan menopang pasar. Saham-saham di Wall Street berakhir lebih tinggi. Namun investor tetap berhati-hati tentang potensi gejolak lain dalam perang dagang AS-China.




[adx]


Indeks Dow Jones Industrial Average naik 258,20 poin atau 1,00% menjadi ditutup di 26.036,10. Indeks S&P 500 meningkat 18,78 poin atau 0,65% menjadi berakhir di 2.887,94 dan indeks Komposit Nasdaq ditutup meningkat 29,94 poin atau 0,38% menjadi 7.856,88.

Mayoritas dari 30 saham-saham unggulan atau blue-chips di Dow memperpanjang kenaikan, dengan saham UnitedHealth Group naik hampir 2%, memimpin kenaikan.

Sektor keuangan menguat 0,91%, memulihkan semua kerugian hari sebelumnya yang datang karena pendalaman inversi kurva imbal hasil surat utang AS, yang sering mendahului resesi.

Di sektor keuangan, saham Goldman Sachs dan JPMorgan Chase masing-masing naik 1,19% dan 1%, di berada antara para pemain kuat di kelompok tersebut.

Di sektor energi, saham Chevron dan Exxon Mobil masing-masing bertambah sekitar 0,86% dan 0,73%.

Sektor energi dan keuangan juga memimpin kenaikan di 11 sektor utama S&P 500 dengan masing-masing naik sekitar 1,40% dan 0,90%. Sepuluh dari 11 sektor utama diperdagangkan lebih tinggi pada penutupan pasar. Demikian dilansir oleh wartawan, Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Saham Tiffany naik lebih dari 3,02% setelah raksasa perhiasan mewah AS itu melaporkan laba kuartal kedua yang melampaui perkiraan pasar, meskipun pendapatan kuartalannya lebih rendah dari yang diperkirakan.




[adx]


Semua imbal hasil surat utang jangka panjang pemerintah AS terus mundur sepanjang hari. Suku bunga jangka pendek 3-bulan juga turun setelah mencatat kenaikan pada pagi hari.

(Mtc/Okz)
Editor
:
Sumber
: Okezone
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru