Jumat, 28 Agustus 2026 WIB

Mobil Murah Jangan Tambah Beban APBN

Admin - Sabtu, 22 Maret 2014 17:00 WIB
Mobil Murah Jangan Tambah Beban APBN
Matatelinga - Jakarta, Wakil Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengatakan, saat ini pihaknya sedang berdiskusi soal aturan konsumsi LCGC. Karena ada pemahaman LCGC tidak boleh ada beban di subsidi BBM.

"Jadi artinya mesinnya harus didesain untuk bensin Ron 90 atau lebih. Tetapi kenyataannya di lapangan banyak mobil LCGC yang tetap mengkonsumsi bensin di bawah Ron 90," ucap Bambang di Kantornya, Jakarta, Sabtu (22/3/2014).
 
aPemerintah terus mencari jalan keluar atas perdebatan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) mobil murah ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC) yang sekarang masih diperbolehkan mengkonsumsi BBM subsidi (premium Ron 88).

Dengan fakta tersebut, Bambang mengaku hal ini yang jadi pertanyaan karena tidak sesuai dengan harapan Indonesia yang mempunyai industri mobil yang efisien yaitu mobilnya bagus dan tidak memberatkan negara dalam hal ini APBN untuk subsidi BBM.

"Artinya kita bisa saja membuat mobil murah tetapi memberatkan uang negara. Kita inginnya mobil murah yang tidak memberatkan negara," tegas Bambang.

Menurut Bambang, pihaknya dari dulu sudah meminta agar aturan ini dibuat, namun pihaknya hanya mengatur Peraturan Pemerintah untuk perubahan PPnBM

"Teknisnya kita nggak bisa kontrol lagi. Kita hanya punya komitmen tadi, silahkan buat mobil murah supaya industri kita tumbuh dan mobil Indonesia tetapi jangan memberatkan anggaran negara," cetusnya.

(Okz/Mt-01)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru