Jumat, 28 Agustus 2026 WIB

Negaranya Dimusuhi AS-Eropa, Taipan Rusia Kelimpungan

Admin - Sabtu, 22 Maret 2014 07:23 WIB
 Negaranya Dimusuhi AS-Eropa, Taipan Rusia Kelimpungan
Matatelinga - Moskow, Ekonomi Rusia mengalami tekanan akibat krisis di Crimea. Bahkan sebelum sanksi baru dari AS dan Eropa yang diumumkan pada pekan ini.

Pasar saham Rusia telah anjlok 10 persen bulan ini, dan menimbulkan kerugian miliar dolar. Para ekonom telah memangkas perkiraan pertumbuhan nol tahun ini dan investor asing telah menarik uang dari bank Rusia.

Para pengusaha paling berpengaruh di Rusia menunggu lebih dari sejam atas keputusan Presiden Vladimir Putin mencaplok semenanjung Crimea. Aksi ini dinilai akan memakan biaya ratusan juta dolar Amerika Serikat (AS).

Putin lalu keluar untuk mengumumkan, dirinya berbicara kepada mereka selama lima menit, dan meyakinkan mereka akan mendapat kelonggaran dari ketidakpastian yang diciptakan oleh pengambilalihan secuil tanah tersebut.

Sementara itu Lembaga pemeringkat Standard & poor memangkas prospek di negara tersebut menjadi negatif.

Para pemimpin AS dan Eropa telah mengatakan mereka bersedia untuk menjatuhkan sanksi, membuat tekanan pada Rusia langkah demi langkah menjadi kekhawatiran seberapa parahnya kemungkinan mendapatkan hukuman.

"Risiko utama adalah sanksi yang belum diumumkan," ujar Kepala Ekonom Alfa Bank Nataliya Orlova di Moskow, mengutip Yahoofinance, Sabtu (22/3/2014).

"Sulit untuk memperkirakan efek sekarang. Karena kita tidak tahu apa yang akan mereka lakukan," lanjutnya.

Ekonomi Rusia sudah melemah dan masuk ke krisis. Buktinya, tahun lalu hanya tumbuh 1,3 persen. Mata uang Rusia, rubel telah turun 9 persen terhadap dolar AS dalam waktu kurang dari tiga bulan. Itu akan membuat impor lebih mahal untuk rata-rata orang Rusia.

Dalam upaya untuk mendukung mata uang, bank sentral menaikkan suku bunga utamanya tajam minggu lalu 5,5-7 persen, tapi itu akan melukai perekonomian, dengan membuat pinjaman lebih mahal.

Investor menarik USD35 miliar dari Rusia pada bulan Januari dan Februari. "Outflows bisa melambung menjadi USD50 miliar per kuartal jika sanksi mendapatkan lebih kuat," imbau Kudrin.

Risiko besar bagi Rusia adalah jika AS dan Eropa memperluas sanksi mereka untuk lebih agresif menargetkan hubungan perdagangan. Itu akan menjadi pilihan terakhir, setidaknya untuk Eropa, yang banyak berdampak kehilangan sendiri. Karena ini impor gas Eropa sepertiga dari Rusia dan memiliki perdagangan ikatan yang kuat.

Rusia merupakan eksportir energi terbesar di dunia, sepertiga dari konsumsi di Eropa, menurut perusahaan minyak BP.

(Okz/Mt-01)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru