Jumat, 28 Agustus 2026 WIB

Obligasi Pemerintah Tertantang Saat Pemilu

Admin - Jumat, 21 Maret 2014 22:21 WIB
Obligasi Pemerintah Tertantang Saat Pemilu
Matatelinga - Jakarta, Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) menilai, pasar surat utang atau obligasi di Tanah Air memasuki masa yang cukup berat. Hal tersebut seiring dengan perhelatan pemilihan umum (pemilu).

"Ini akan lebih berat untuk pasar obligasi pemerintah dibandingkan obligasi korporasi," ucap Direktur IBPA Wahyu Trenggono di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (21/3/2014).

Menurut Wahyu, karena tingkat suku bunga surat utang pemerintah dinilai masih lebih rendah dari obligasi korporasi yang diterbitkan perusahaan.

Dia mencontohkan, saat ini SUN rata-rata suku bunganya 8,5 hingga 9 persen sementara sukuk pemerintah sebesar 8,75 persen dan deposito di LPS 7,25 persen.

"Kemudian obligasi korporasi suku bunganya rata-rata di angka 10-11 persen," kata dia.

Lanjut Wahyu mengungkapkan, dengan persaingan tingkat suku bunga tersebut, obligasi yang dikeluarkan pemerintah bakal makin ketat persaingannya saat ini.

"Jadi kalau dijual sekarang, sukuk atau surat utang pemerintah nggak begitu bagus, jadi pemerintah harus meningkatkan suku bunga tapi ini jadi membebani APBN karena harus bayar bunga tinggi," pungkasnya.



(KNIA/Okz)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru