IHSG Diproyeksi Bakal Terkonsolidasi
Awal pekan depan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi terkonsolidasi. Hal ini terjadi karena pelaku pasar masih mencermati beberapa perkembangan ekonomi penting di regional Asia.
Awal pekan depan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi terkonsolidasi. Hal ini terjadi karena pelaku pasar masih mencermati beberapa perkembangan ekonomi penting di regional Asia.
Pada hari Jum&039at (11/12/2020) harga emas spot ditutup menguat 0,2 menjadi US 1.839,85 per ons troi. Dalam sepakan, harga emas spot naik tipis 0,05.
Pekan depan diprediksi konsolidasi dengan kecenderungan pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot menguat. Hal ini terjadi karena pelaku pasar masih cenderung wait and see.
Pada perdagangan Sabtu (12/12) harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) stagnan di pasar spot.
Selama sepekan, IHSG mampu naik 1,98 di pasar spot di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis 0,08 ke level 5.938,329 pada perdagangan Jumat (11/12).
Pelaku pasar juga cenderung bersikap wait and see jelang akhir tahun sambil menunggu kejelasan stimulus Amerika Serikat (AS). Rupiah dalam sepekan ini cenderung bergerak konsolidasi.
Selama sepekan, IHSG mampu naik 1,98 di pasar spot di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis 0,08 ke level 5.938,329 pada perdagangan Jumat (11/12).
Kontrak harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari turun 28 sen atau 0,6, menjadi menetap di USD49,97 per barel. Kontrak harga Brent melonjak di atas USD51 per barel pada Kamis (10/12/2020) ke level tertinggi awal Maret.
Pada perdagangan akhir pekan ini. Jumat (11/12) Nilai tukar rupiah di pasar spot tampil perkasa , rupiah spot ditutup di level Rp 14.080 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pada perdagangan akhir pekan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau di mana IHSG naik tipis 0,08 atau naik 4.631 poin ke level 5.938.329 pada perdagangan Jumat (11/12). Namun dalam sepekan IHSG menguat 1,98.