Jumat, 01 Mei 2026 WIB
Sensus Ekonomi

Masih Banyak Rumah Tangga Yang Belum Terdata Dalam Sensus Ekonomi 2016

Admin - Rabu, 25 Mei 2016 18:17 WIB
Masih Banyak Rumah Tangga Yang Belum Terdata Dalam Sensus Ekonomi 2016
google
Ilustrasi
Matatelinga.com, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, hingga saat ini masih banyak perusahaan dan rumah tangga yang belum mengikuti survei sensus ekonomi 2016. Padahal, programnya tersebut sudah dilakukan sejak awal Mei 2016.

Kepala BPS Suryamin mengatakan, hingga saat ini proses sensus penduduk sudah mencapai 75 persen data yang sudah dikumpulkan oleh tim sensus ekonomi.

"Sudah kami kunjungi tapi masih waktunya belum tepat, belum cocok, agar semua usaha, perusahaan di Indonesia, di luar sektor pertanian akan kita rekam, kita record keseluruhannya. Sehingga kita akan dapat potret potensi ekonomi di wilayah Indonesia seperti apa," kata Suryamin di Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (25/5/2016).

Suryamin mengaku, sisa waktu sensus ekonomi tinggal menyisakan lima hari. Tim sensus ekonomi menyisir seluruh sektor kegiatan usaha dari pertambangan baik migas maupun nonmigas, pergalian, batu krikil hingga pasir. Seperti dilansir dari laman okezone.com

Kemudian, industri manufaktur, makanan, minuman, sampai hi-tech, kemudian konstruksi, perdagangan dalam dan luar negeri, kemudian perhotelan. Semua akan kita sisir habis.

Dari skala mikro, sambung Suryamin, seperti masyarakat penjual pulsa di rumah tangga, pedagang kelontong, pedagang keliling, pedagang kaki lima.

"Sensus ini dilakukan tiap 10 tahun, terakhir 2006, kita hasilkan data 22,6 juta usaha, di luar sektor pertanian. Dari sektor pertanian sendiri 2013, kita ada 26 juta usaha pertanian. Kalau digabungkan berapa potensi usaha kita memasuki MEA, data ini sangat penting," tambahnya.

Suryamin menyebutkan, hasil data sensus ekonomi akan memberikan peta kekuatan ekonomi nasional, selain itu juga akan menjadi bahan pemerintah untuk mengatasi pengangguran.

Dia menjamin, data sensus ekonomi 2016 hasilnya akurat lantaran para tim sensus merupakan rekrutan terbaik pemerintah. Kendati demikian, Presiden Jokowi ingin BPS menuntaskan sensus ekonomi 2016.

"Yang perusahaan yang masih belum, disarankan beri data sesuai yang sebenarnya. Tidak dibesarkan, tidak dikecil-kecilkan. Data tidak ada sangkut paut sama pajak, tidak dipungut biaya," tukasnya.



(Fit)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru