Matatelinga.com, Wall Street turun tajam setelah investor frustrasi akan keputusan the Federal Reserve AS, yang mengatakan masih menunggu data ekonomi yang kuat untuk kembali menaikkan tingkat suku bunga karena gejolak keuangan dan ekonomi baru-baru.
The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah dan mengatakan akan memantau perkembangan ekonomi dan keuangan global, tetapi tetap memberikan pandangan optimistis pada perekonomian AS.
Dengan anjloknya harga minyak dan kekhawatiran pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat di China, mengirimkan indeks S&P 500 turun 8 persen pada 2016, meski begitu investor melihat komentar the Fed sebagai langkah ke arah yang benar.
"Kedengarannya seperti mereka tidak terkesan dengan apa yang telah terjadi di pasar, yang cukup untuk mengubah rencana mereka. Itu sebabnya pasar akan turun," kata Chief Investment Officer Wedbush Equity Management LLC, Stephen Massocca, seperti dilansir dari Reuters dan dikutip dari laman okezone.com, Kamis (28/1/2016).
Dow Jones Industrial Average turun 1,38 persen menjadi 15.944, sementara indeks S&P 500 kehilangan 20,68 poin atau 1,09 persen menjadi 1.882,95, dan indeks Nasdaq Composite turun 2,18 persen menjadi 4.468,17.
Sebanyak 8,8 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah rata-rata harian selama 20 hari perdagangan terakhir sebesar 8,5 miliar.
(Fit)