Matatelinga.com, Bank Sentra Amerika Serikat (AS) the Federal Reserve memilih untuk tetap mempertahankan suku bunga dan mengatakan masih akan memantau perkembangan ekonomi dan keuangan global. Akibatnya, terjadi aksi jual pasar saham yang tidak siap untuk membatalkan rencana pengetatan kebijakan moneter tahun ini.
Para pembuat kebijakan the Fed mengatakan ekonomi masih di jalur pertumbuhan moderat, dan pasar tenaga kerja masih tetap kuat bahkan dengan kenaikan tarif. Keprihatinan tentang peristiwa-peristiwa global telah berkurang, tetapi tidak cukup untuk memberikan alasan kenaikan suku bunga pada Maret.
"Para komite the Fed sedang memantau perkembangan ekonomi dan keuangan global dan menilai implikasinya terhadap pasar tenaga kerja dan inflasi," kata Fed dalam pernyataannya, seperti dilansir dari Reuters dan dikutip dari laman okezone.com, Kamis (28/1/2016).
Pelemahan ekonomi di China, Jepang dan Eropa, bulan lalu menjadi kunci kebijakan suku bunga pinjaman. Dan dengan perkiraan ekonomi akan lebih optimistis, diperkirakan akan ada empat kali kenaikan tambahan tahun ini.
"Jelas bahwa beberapa anggota FOMC menjadi lebih khawatir," kata ekonom di Unicredit di New York, Harm Bandholz.
The Fed mengatakan bahwa berbagai indikator pasar tenaga kerja baru-baru ini termasuk kuat, karena adanya keuntungan pada data pekerjaan. Pembuat kebijakan akan menyaring melalui laporan kerja Januari dan Februari sebelum pertemuan kebijakan berikutnya pada Maret.
(Fit)