Matatelinga.com, Harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Kendal mulai melejit jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2016. Kenaikan harga juga terjadi pada petai dan jengkol.
Kenaikan beras sudah terjadi dua pekan lalu. Beras jenis IR C4 sebelumnya Rp225 ribu menjadi Rp230 ribu per 25 kg, bramu yang sebelumnya Rp245 ribu menjadi Rp250 ribu per 25 kg, beras mentik sebelumnya Rp260 ribu menjadi Rp265 ribu per 25 kg, dan beras ketan yang sebelumnya Rp325 ribu menjadi Rp350 ribu per 25 kg.
Menurut Muripah, seorang pedagang beras di Pasar Kendal, kenaikan harga ini dipicu pasokan berkurang karena petani baru mulai musim tanam. Sementara permintaan mengalami peningkatan menjelang Natal dan Tahun Baru. “Kenaikan tertinggi pada beras jenis ketan sebab saat ini banyak yang membutuhkan sementara pasokan minim,” ujarnya kemarin.
Harga petai dan jengkol juga mulai naik, bahkan kenaikannya sudah lebih 100 persen. Kenaikan harga itu diduga karena pasokan sudah mulai menipis. Harga jengkol di pasaran kini sudah mencapai Rp20 ribu per kg, padahal sebelum hanya dibanderol Rp10 ribu-Rp12 ribu. Kenaikan paling tinggi yakni komoditas petai, yang naik lebih dari 100 persen. Petai di pasar tradisional dihargai Rp40 ribu per kg dari sebelumnya Rp15 ribu per kg.
Menurut Sufatonah, pedagang petai di Pasar Weleri, kenaikan harga petai dan jengkol akibat pasokan yang minim. “Tidak hanya itu, banyaknya permintaan dari pembeli tidak diimbangi dengan jumlah pasokan yang ada di pasaran. Sejumlah sentra penghasil petai dan jengkol di sekitar Kendal mulai berkurang akibat musim hujan,” ungkapnya. Jelang Natal dan Tahun Baru harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Kota Tegal mulai merangkak naik.
Kenaikan harga diperkirakan masih akan terus terjadi hingga awal tahun baru. Lonjakan harga di antaranya disebabkan pasokan daging ayam di tingkat lokal yang berkurang karena tingginya permintaan dari luar daerah. Salah satu penjual daging ayam di Pasar Pagi Kota Tegal, Sriati, 41, mengungkapkan, harga daging ayam naik dari semula Rp30 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp 32 ribu per kg. “Naiknya sejak hari ini (kemarin). Kemarin harganya masih Rp30 ribu per kg,” ungkapnya kemarin. Dilansir laman okezone.com
Menurut Sriati, kenaikan harga dipicu berkurangnya pasokan sejak beberapa hari terakhir. Pasokan daging ayam dari pemasok lokal banyak yang dikirim ke Cirebon, Jawa Barat dan Jakarta karena tingginya permintaan di dua daerah tersebut.
“Dari Tegal ada yang diambil Cirebon dan Jakarta, makanya di sini (Tegal) pasokannya jadi berkurang,” ucapnya. Dia memperkirakan kenaikan harga masih akan terus terjadi hingga beberapa hari ke depan.
(Fit)