Jumat, 29 Mei 2026 WIB
Importir Garam

Menteri Susi Kecewa Setelah Lihat Video Pemutaran Rapat Dengan Importir Garam

Admin - Rabu, 05 Agustus 2015 19:06 WIB
Menteri Susi Kecewa Setelah Lihat Video Pemutaran Rapat Dengan Importir Garam
google
Menteri KKP Susi Pudjiastuti
Matatelinga.com, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memutar video yang menayangkan rapat dengan para importir garam. Setelah penayangan video itu, Susi terlihat kecewa lantaran rapat itu tak mengeluarkan kesepakatan.

"Kita sudah meeting dengan Kemendag, importir, asosiasi yang menghabiskan waktu enam jam diakhiri kekecewaan karena tidak ada good will dari pihak perusahaan (importir)," tegas Susi di Jakarta, Rabu (5/8/2015).

Kekesalan Susi itu sejalan dengan sikap para importir, yang keberatan untuk mengurangi impor garam. Dikarenakan alasan kualitas garam lokal tak sesuai dengan kebutuhan industri."Mereka berprinsip kualitas garam petani tidak bagus "Pada pertemuan waktu itu, tidak ada kesepakatan, tidak ada niatan (mengurangi impor)," ujarnya.

Menurutnya, ketergantungan pada impor garam dapat membahayakan ketahanan pangan. Terlebih, komoditas itu merupakan komoditas pangan yang strategis.

"Kalau kita impor saja, suatu saat dolar naik, harganya naik, ketahanan pangan kita terganggu.Kalau melihat itu, akhirnya orang maunya impor, enggak mau bekerja," tandasnya.

Sekedar informasi, dalam tayangan video tersebut juga tampak Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Partogi Pangaribuan, yang telah non aktif karena terkena kasus dwelling time.

Sementara itu, melalui data KKP, kebutuhan garam konsumsi tahun 2014 sebesar 1,5 juta ton, dan garam industri sebanyak 2 juta ton, sehingga total kebutuhan garam adalah 3,5 juta ton. Sejak 2012, swasembada untuk garam konsumsi sudah tercapai sehingga hanya garam untuk kebutuhan industri yang masih perlu diimpor.

Adapun, tahun ini KKP menargetkan dapat mengurangi impor garam industri hingga tinggal 1 juta ton dengan meningkatkan produksi garam substisusi impor hingga 1 juta ton. Peningkatan produksi 1 juta ton tersebut diperoleh dari PT Garam sebanyak 350 ribu ton, dan sisanya dari program pemberdayaan petani yang dilakukan oleh pemerintah. Demikian dilansir laman okezone.com, Rabu (5/8/2015)


(Fit)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru