Matatelinga.com, Asosiasi Pengusaha Importir
Daging Indonesia (Asipidi) meminta kepada Kementerian Pertanian (Kementan)
untuk bertanggung jawab jikaharga daging melambung tinggi menjelang lebaran.
"Ketika harga melambung
tinggi pihak yang pertama harus bertanggung jawab adalah Kementerian
Pertanian,"ucap Direktur Eksekutif Aspidi Thomas Sembiring.
Thomas menuturkan, fenomena
melambungnya harga daging menjelang lebaran selalu terjadi, lantaran sebelumnya
pemerintah mengatakan stok sapi lokal sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan
nasional, namun kenyataannya setiap tahun, harga daging menjelang
lebaran selalu tinggi.
"Kenyataannya apa,
harga selalu naik. Artinya stok daging lokal belum cukup, itu yang menyebabkan
harga daging melonjak tinggi menjelang lebaran,:tuturnya.
Sebelumnya pemerintah telah
mengeluarkan kebijakan pembatasan kuota impor untuk daging. Namun ketika
pihaknya mengajukan izin untuk melakukan impor,rekomendasi izin impor belum
dikeluarkan Kementerian Perdagangan atas dasar belum ada rincian teknis dari
Kementerian Pertanian.
Dia menambahkan, dengan pembatasan
kuota impor daging sapi seperti
ini, harga daging menjelang lebaran akan melambung tinggi.
"Ketika kuota impor
dibatasi, dengan asumsi jumlah sapi lokal masih cukup, saat itu juga harga
daging melambung tinggi,"tuturnya. Demikian dikutip laman okezone.com,
Kamis (4/6/2015)
(Fit)