Jumat, 29 Mei 2026 WIB
Bea Cukai

Sering Dibohongi Importir, Alasan Bea Cukai Gunakan E-KTP

Admin - Rabu, 25 Februari 2015 11:19 WIB
Sering Dibohongi Importir, Alasan Bea Cukai Gunakan E-KTP
google
Ilustrasi
JAKARTA - Matatelinga, Perjanjian kerjasama Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai bersama Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil membuat importir tidak lagi dapat membohongi pihak Bea Cukai. Pasalnya, banyak calon importir yang sering melakukan pemalsuan identitas.

"Jadi tidak bisa lagi calon importir membohongi Pak Dirjen Bea Cukai," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Irman di kantor Bea Cukai Jakarta, Rabu (25/2/2015).

Selama ini, dikatakan calon importir kerap melakukan pemalsuan data. Hal ini terbukti dengan adanya Kartu Tanda Penduduk (KTP) ganda per penduduk di masa lalu.

"Dulu mungkin bisa pemalsuan karena kadang ada orang bisa punya KTP ganda. Kalau sekarang dengan adanya KTP Elektronik tidak dapat lagi melakukan pemalsuan," ucap dia.

Sebelumnya, Irman mengatakan banyak importir yang melakukan pemalsuan nama demi membuat KTP yang berbeda. Sehingga memperoleh perizinan untuk perusahaan yang lebih dari satu.

"Sekarang tidak ada lagi alasan kalau KTP hilang. Kalau hilang, bisa dicek dengan sidik jari ataupun iris mata. Pak direktur bisa lihat dengan itu," kata dia.

Di tempat yang sama, Dirjen Bea dan Cukai Agung Kuswandono mengatakan, kerjasama ini bertujuan melakukan risk management. Sebab, selama ini banyak importir fiktif.

"Tujuannya pertama kita kan punya data base pelaku usaha, kita sedang melakukan risk management untuk memperbaiki data base ini. Ada importir fiktif, namanya enggak benar," kata Agung. Dilansir laman okezone.com, Rabu (25/2/2015)

(Fit)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru