Selain meninjau kompleks pergudangan, rombongan juga melihat langsung fasilitas penyimpanan beras yang menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui jaringan pergudangan BULOG yang tersebar di Kota Medan.
Dalam arahannya kepada jajaran BULOG, Menko Polkam menegaskan bahwa pengelolaan pangan merupakan amanah strategis negara.
Menurutnya, tidak ada bangsa yang dapat bertahan tanpa ketahanan pangan yang kuat, sehingga menjaga ketersediaan beras dan stabilitas harga menjadi tanggung jawab yang sangat penting.
"Pangan adalah kebutuhan paling mendasar. Kita patut bersyukur karena diberi kepercayaan oleh negara untuk menjaga cadangan pangan dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Presiden menargetkan Indonesia tidak hanya mampu berswasembada pangan, tetapi juga menjadi lumbung pangan dunia," tegas Jamiran Caniago.
Ia turut mengapresiasi kinerja
Perum BULOG yang dinilai konsisten menjaga stok beras nasional serta memperkuat ketahanan pangan melalui pengelolaan cadangan beras pemerintah di berbagai daerah, termasuk Sumatera Utara.
Usai menyanbut Menko Polkam dan rombongan, Pimpinan Wilayah
Perum BULOG Sumatera Utara, Budi Cahyanto kepada menjelaskan bahwa kunjungan Menko Polkam bertujuan melihat secara langsung kondisi ketahanan pangan di daerah sekaligus memastikan kesiapan BULOG dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
Menurut Budi, target nasional penyerapan beras tahun sebelumnya berhasil direalisasikan hingga 3 juta ton.
Di Sumatera Utara sendiri, kinerja penyerapan gabah, pengamanan cadangan pangan pemerintah, penyaluran bantuan pangan, hingga program subsidi kepada masyarakat telah mencapai target 100 persen.
"Bapak Menko juga melihat langsung kondisi stok beras yang tersimpan di gudang BULOG. Persediaan saat ini sangat mencukupi dan siap didistribusikan kapan saja apabila dibutuhkan masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan menjaga ketahanan pangan tidak terlepas dari sinergi lintas sektor, khususnya dukungan TNI dan Polri mulai dari pendampingan petani saat masa tanam, penyerapan gabah dan jagung, hingga distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui Gerakan Pangan Murah.
"Ketahanan pangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan dan keamanan negara. Karena itu, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat," katanya.
Budi juga menegaskan bahwa kunjungan Menko Polkam ke Sumatera Utara tidak berkaitan dengan isu konflik maupun kelangkaan pangan.
Kunjungan tersebut murni untuk memastikan kondisi pangan tetap aman serta mengantisipasi kemungkinan gangguan pasokan akibat bencana atau faktor lainnya.
"Stok beras di Sumatera Utara dalam kondisi aman. Apabila ada daerah yang membutuhkan tambahan pasokan, mekanisme distribusi antardaerah telah disiapkan sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat dipenuhi," jelasnya.
Terkait ketersediaan beras SPHP di sejumlah ritel modern, Budi menjelaskan bahwa keterlambatan distribusi yang sempat terjadi disebabkan proses administrasi dan pembayaran, bukan karena keterbatasan stok.
"Kami pastikan dalam pekan ini distribusi SPHP ke ritel modern kembali normal. Masyarakat juga tetap dapat memperoleh beras SPHP di pasar tradisional maupun jaringan warung yang telah bekerja sama dengan BULOG," ungkapnya.
Selain beras, BULOG memastikan komoditas pangan lainnya, termasuk minyak goreng, berada dalam kondisi aman.
Seluruh produk yang dipasarkan melalui BULOG telah memenuhi standar keamanan pangan sesuai ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta melalui proses pengujian kualitas sebelum didistribusikan kepada masyarakat.
"Apabila terdapat laporan mengenai kualitas produk yang tidak sesuai standar, kami akan segera menindaklanjutinya bersama instansi terkait. Secara umum, kondisi pangan di Sumatera Utara aman, stok mencukupi, dan masyarakat tidak perlu khawatir," pungkas Budi Cahyanto.(rel)