"Sekarang masyarakat tidak harus datang ke
pasar, cukup menunggu di rumah lewat belanja online. Ini tantangan besar yang membuat minat ke
pasar tradisional menurun," kata Rico Waas didampingi Asisten Ekbang Citra Effendi Capah, Kabag Perekonomian Regen dan Plt Dirut PUD Pasar, Agus Syahputra.
Menurut Rico Waas, fasilitas nyaman dan harga bersaing yang ditawarkan pasar modern juga menjadi faktor yang membuat masyarakat enggan datang ke pasar tradisional yang kerap identik dengan kondisi becek dan kurang tertata.
Baca Juga:
Untuk itu, Rico mendorong adanya solusi konkret, salah satunya dengan membuka peluang agar pedagang
pasar dapat ikut berjualan secara daring. Ia juga berharap APPSI dapat menjadi wadah aspirasi pedagang, mulai dari kemudahan fasilitas, kebersihan, hingga keamanan
pasar.
"Diharapkan APPSI bisa menjadi mata dan telinga bagi pedagang, dan PUD Pasar juga harus melakukan pembenahan. Kita perlu berinovasi dan berkreasi termasuk menciptakan pasar tematik. Misalnya, Pasar Petisah, apakah memungkinkan dikembangkan menjadi pasar khusus suatu produk seperti di Jakarta dan Bandung," Jelas Rico Waas
.
Sementara itu, Ketua APPSI Kota Medan Muhammad Siddiq menjelaskan bahwa kehadirannya selain bersilaturahmi juga untuk memperkenalkan kepengurusan APPSI Kota Medan yang baru. Menurutnya saat ini APPSI Kota Medan telah memiliki 16 sekretariat dari 52 pasar yang ada di Kota Medan. Pihaknya berupaya melakukan advokasi dan meyakinkan pedagang agar terus bertahan dan berkembang.
"Pasar adalah tempat terbuka bagi tenaga kerja dan aktivitas ekonomi masyarakat. Pedagang berharap fasilitas dan kenyamanan
pasar lebih diperhatikan agar warga kembali tertarik berbelanja ke
pasar tradisional," ujarnya.
Dijelaskan Siddiq, APPSI berharap Pemko Medan dapat terus mendorong perbaikan fasilitas pasar sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali pasar rakyat di tengah persaingan yang semakin ketat.
Baca Juga: