Senin, 13 Juli 2026 WIB

Beginilah Nasib Emas Berjangka saat ini di Tengah Negosiasi Plafon Utang AS

Redaksi - Rabu, 24 Mei 2023 07:33 WIB
Beginilah Nasib Emas Berjangka saat ini di Tengah Negosiasi Plafon Utang AS
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA, Jakarta : Nilainya kerap sekali mengalami perubahan hamir pada setiap harinya dan kali ini pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi Wib) harga emas berjangka turun. Harga emas memperpanjang kerugian untuk sesi kedua berturut-turut, tertekan oleh dolar yang lebih kuat di tengah negosiasi untuk meningkatkan plafon utang AS guna menghindari gagal bayar yang kian mendekat.


Data ekonomi yang dirilis Selasa (23/05/2023) semakin meredam emas. Indeks manajer pembelian (PMI) flash jasa-jasa dari S&P Global meningkat menjadi 55,1 pada Mei, naik dari 53,6 bulan sebelumnya dan jauh di atas ekspektasi pasar 52,6. PMI flash manufaktur S&P GlobalAS turun menjadi 51 dari 52,4, namun masih lebih tinggi dari prediksi ekonom.

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan rumah baru AS meningkat 4,1% ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 683.000 unit pada April, level tertinggi sejak Maret 2022.

Baca Juga:PTPN 2 Tanjung Morawa Doakan 35 Jamaah Calhaj

Investor sedang menunggu risalah pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve Mei yang akan dirilis Rabu, produk domestik bruto AS pada Kamis (25/05/2023) dan data inflasi pada Jum'at (26/05/2023).

Emas telah melihat sedikit dukungan selama seminggu terakhir karena ketidakpastian atas plafon utang merayap ke pasar, meskipun aksi ambil untung yang besar menarik logam kuning turun dari rekor tertinggi yang dicapai pada awal Mei.


Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 23,70 sen atau 0,99%, menjadi ditutup pada USD23,624 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli tergelincir USD19,7 atau 1,83%, menjadi menetap pada USD1.057,60 per ounce.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange jatuh USD2,70 atau 0,14% menjadi ditutup pada USD1.974,50 per ounce. Seperti dikutip dari Okezone, Rabu (24/05/2023).

Dolar AS menguat mencapai level tertinggi dua bulan terhadap sekeranjang mata uang utama pada Selasa (23/05/2023) karena kurangnya kemajuan dalam pembicaraan mengenai peningkatan batas utang AS mengurangi selera investor untuk mengambil risiko.

[br]

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya mencapai 103,65, tertinggi sejak 20 Maret, dan terakhir di 103,55.

Komentar positif dari anggota parlemen Demokrat dan Republik untuk mencapai kesepakatan potensial juga membuat permintaan safe haven untuk logam kuning terbatas, karena Ketua DPR Kevin McCarthy mengatakan bahwa gagal bayar AS tidak mungkin terjadi.

Sedikit kemajuan dalam pembicaraan plafon utang AS juga mengurangi daya tarik emas. Emas berjangka telah menetap di bawah level psikologis 2.000 dolar untuk sesi keenam berturut-turut.
Editor
: Rizky
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru