MATATELINGA, Jakarta : Nilainya kerap sekali mengalami perubahan hampir pada setiap harinya dan kali ini di akhir perdagangan Senin harga minyak menguat tipis, ketika pasar menantikan hasil negosiasi terkait batas utang Amerika Serikat (AS). Selain itu, pasar juga menantikan perkiraan permintaan minyak akan meningkat pada paruh kedua tahun ini.
Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan tentang kekurangan minyak yang membayangi pada paruh kedua tahun ini ketika permintaan diperkirakan akan melampaui pasokan hampir 2 juta barel per hari, kata badan yang berbasis di Paris itu dalam laporan bulanan terbarunya.
Seorang eksekutif senior di Vitol mengatakan Asia akan memimpin pertumbuhan permintaan minyak sekitar 2 juta barel per hari pada paruh kedua tahun ini, peningkatan yang berpotensi menyebabkan kekurangan pasokan dan menaikkan harga.
Baca Juga:Wakil Bupati Hadiri Acara Pelatihan Potensi Search and Rescue
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik USD0,44 atau 0,61% menjadi USD71,99 per barel di New York Mercantile Exchange.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli menguat USD0,41 atau 0,54% menjadi USD75,99 per barel di London ICE Futures Exchange.
Presiden AS Joe Biden dan Ketua DPR Kevin McCarthy dijadwalkan mengadakan pertemuan pada Senin (22/05/2023). Dalam upaya untuk mencegah gagal bayar pemerintah atas kewajiban utangnya paling cepat 1 Juni.
Analis Pasar FX Empire, Vladimir Zernov memperkirakan, harga minyak WTI rebound dari sesi terendah karena para pedagang bertaruh bahwa dimulainya kembali negosiasi plafon utang akan memberikan dukungan untuk aset-aset berisiko.
[br]
"Mungkin sulit bagi minyak untuk mengambil langkah besar jika pembicaraan plafon utang tetap berlangsung dan sebelum para pedagang mendapatkan data cepat indeks manajer pembelian untuk Amerika Serikat dan Eropa pada Selasa waktu setempat," ujarnya, seperti dikutip dari Okezone, Selasa (23/05/2023).
Kontrak berjangka WTI untuk pengiriman Juni berakhir pada Senin (22/5/2023) dan pedagang telah beralih ke kontrak berjangka WTI untuk pengiriman Juli.