Selasa, 28 April 2026 WIB

Dipicu Data Tenaga Kerja Indeks Dolar AS Tergelincir

Redaksi - Sabtu, 03 September 2022 10:30 WIB
Dipicu Data Tenaga Kerja Indeks Dolar AS Tergelincir
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA, Jakarta - Dolar melemah karena pelaku pasar mencerna data ketenagakerjaan AS untuk Agustus 2022. Indeks dolar AS tergelincir terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jum'at (Sabtu pagi Wib).


Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD0,9968 dari USD0,9947 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,1513 dari USD1,1539 di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,6816 dari USD0,6784.

Dolar AS dibeli 140,12 yen Jepang, lebih rendah dari 140,20 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9803 franc Swiss dari 0,9822 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3124 dolar Kanada dari 1,3165 dolar Kanada.

Baca Juga:Edy Rahmayadi Undang Lima Kabupaten Dorong Pembangunan Kawasan Pertanian Terpadu

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jum'at (02/09/2022) bahwa pengusaha-pengusaha AS menambahkan 315.000 pekerjaan pada Agustus di tengah pasar tenaga kerja yang masih ketat, dengan tingkat pengangguran naik hingga 3,7%.

Dalam pidatonya minggu lalu di simposium bank-bank sentralJ ackson Hole, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan "beberapa pelunakan" kondisi pasar tenaga kerja kemungkinan akan diperlukan untuk menurunkan inflasi menuju target Fed sebesar 2,0%.


Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,15% menjadi 109,5320, seperti dikutip dari Okezone, Sabtu, (03/09/2022).

Namun, dolar akan terus mendapat dukungan dari kenaikan suku bunga agresif oleh Federal Reserve. Pasar berjangka telah memperkirakan kemungkinan 75% The Fed akan menaikkan suku bunga 75 basis poin pada pertemuan kebijakan September.

[br]

"Mengingat pengalaman selama sebulan terakhir dan pidato Ketua Fed Jerome Powell yang sangat hawkish Jum'at lalu (26/08/2022), kami ragu bahwa bahkan laporan pekerjaan Agustus yang sedikit lebih lembut akan cukup untuk mengurangi perkiraan Fed atau dolar ini," kata analis di ING, dalam sebuah catatan.

Ekspektasi kenaikan suku bunga Fed lebih lanjut telah tercermin paling tajam dalam pasangan dolar AS dan yen Jepang, karena para pedagang semakin melihat kesenjangan suku bunga yang melebar.
Editor
: Rizky
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru