Minggu, 16 Agustus 2026 WIB

WOW! Utang Indonesia Tembus Rp7.123 Triliun, Berikut Nih Fakta-Faktanya!

Redaksi - Sabtu, 06 Agustus 2022 08:47 WIB
WOW! Utang Indonesia Tembus Rp7.123 Triliun, Berikut Nih Fakta-Faktanya!
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA. Jakarta - Kerab terus bertambah kini dari Mei 2022 sebesar Rp7.002 triliun, Utang tersebut meningkat Rp121 triliun. Sekarang Utang Indonesia mencapai Rp7.123 triliun pada semester I-2022.


Jumlah utang pemerintah secara rasio terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat naik sebesar 39,56%, naik 0,68% dibanding posisi Mei di 38,88%.

Nah, berikut fakta-fakta terkait utang Indonesia meningkat, seperti dikutip dari Okezone, Sabtu (06/08/2022):

1. Utang RI Terkendali

Pihak Kemenkeu pun menilai bahwa rasio utang terhadap PDB dalam batas aman, wajar, serta terkendali diiringi dengan diversifikasi portofolio yang optimal.

Baca Juga:Wagubsu Buka Danau Toba Kejurnas Rally 2022, Bukti Indonesia Aman Gelar Pelaksanaan Event Dunia

2. Dihitung dengan Matang

Kememkeu menyampaikan bahwa portofolio utang dijaga agar terus optimal, sehingga peningkatan utang pun telah diperhitungkan secara matang demi mendapatkan risiko dan biaya yang paling efisien


3. Dominasi Utang RI

utang pemerintah didominasi oleh instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dengan porsi sebesar 88,46%. Hingga akhir Juni 2022, penerbitan SBN yang tercatat sebesar Rp6.301,88 triliun. Penerbitan ini juga terbagi menjadi SBN domestik dan SBN valuta asing (valas).

SBN Domestik tercatat sebanyak Rp 4.992,52 triliun yang terbagi menjadi Surat Utang Negara (SUN) sebesar Rp4.092,03 triliun serta Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp900,48 triliun.

[br]

4. Utang RI Untuk Apa?

Kemenkeu menyebut utang pemerintah tersebut memiliki kontribusi 11,54% dari utang pinjaman pemerintah hingga akhir Juni 2022 yang sebesar Rp821,74 triliun. Pinjaman ini dirincikan dalam dua kategori yakni pinjaman dalam negeri sebanyak Rp14,74 triliun dan pinjaman luar negeri sebesar Rp806,31 triliun.

Untuk pinjaman luar negeri rinciannya yakni pinjaman bilateral sebesar Rp271,95 triliun, pinjaman multilateral sebesar Rp491,71 triliun, dan pinjaman commercial bank sebesar Rp42,66 triliun.
Editor
: Rizky
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru