Selasa, 28 April 2026 WIB

Butuh Dukungan dari The Fed, Indeks Dolar AS Melemah Terhadap Sekeranjang Mata uang

Redaksi - Rabu, 23 Maret 2022 07:35 WIB
Butuh Dukungan dari The Fed, Indeks Dolar AS Melemah Terhadap Sekeranjang Mata uang
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA. Jakarta - Dolar melemah karena dukungan dari komentar Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell memudar dan kenaikan pasar ekuitas membantu meningkatkan sentimen risiko. Indeks dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi Wib).


Investor berada dalam suasana risk-on (pengambilan risiko) karena saham-saham AS naik dan mengurangi daya tarik mata uang safe-haven greenback, dengan ekuitas mendapatkan dorongan, sebagian, dari saham-saham bank di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga Fed.

"Untuk dolar, ini didukung dengan baik oleh sikap suku bunga The Fed yang semakin hawkish tetapi turun dari puncaknya, selera risiko ada hubungannya dengan itu, dengan saham yang lebih tinggi yang menahan kenaikan dolar," kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions di Washington.

Baca Juga:Musa Rajekshah : Masyarakat Bermartabat Berpedoman Alquran

"Setidaknya untuk saat ini, tampaknya pasar memberi The Fed keuntungan dari keraguan bahwa bank sentral dapat mendorong soft landing (periode ketika pertumbuhan ekonomi melambat, tetapi ekonomi tidak memasuki resesi) dan itulah yang menopang selera risiko dan membatasi kenaikan dolar."

Yen melanjutkan pelemahannya baru-baru ini karena bank sentral Jepang (BoJ) memperbarui sikapnya untuk menjaga kebijakan moneter ultra-longgarnya tetap utuh.


Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya turun 0,06%. Seperti dikutip dari Okezone, Rabu (23/03/2022).

Presiden Fed St. Louis James Bullard mengulangi seruannya agar The Fed bergerak agresif di Bloomberg TV. Presiden Fed San Francisco, Mary Daly mengatakan dia yakin risiko utama bagi perekonomian adalah memburuknya inflasi yang sudah tinggi karena harga minyak naik akibat konflik di Ukraina dan gangguan dalam rantai pasokan dari penanggulangan COVID-19 China.

[br]

Para pedagang memperkirakan peluang 61,6% untuk kenaikan suku bunga acuan 50 basis poin pada pertemuan Fed Mei, menurut Alat FedWatch CME, naik dari sedikit dari 50% seminggu yang lalu.

Setelah komentar Powell, Goldman Sachs sekarang mengantisipasi bank sentral akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada pertemuan Mei dan Juni.
Editor
: Rizky
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru