Selasa, 03 November 2026 WIB

Brent Dibanderol USD91/Barel, Harga Minyak Dunia Relatif Stabil

Redaksi - Jumat, 11 Februari 2022 09:20 WIB
Brent Dibanderol USD91/Barel, Harga Minyak Dunia Relatif Stabil
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA. Jakarta - Harga minyak tak banyak berubah karena pasar mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga yang agresif dan tidak terduga selama kenaikan permintaan energi yang lebih curam, serta penurunan mingguan mengejutkan dalam persediaan minyak mentah AS. Harga minyak dunia relatif stabil pada akhir perdagangan Kamis (Jum'at pagi Wib).


Awal pekan ini, patokan minyak mentah mencapai tertinggi tujuh tahun di tengah kekhawatiran politik, dan karena pemulihan permintaan yang kuat dari pandemi virus corona telah membuat persediaan di pusat bahan bakar secara global pada posisi terendah multi-tahun.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengatakan permintaan minyak dunia mungkin meningkat lebih tajam tahun ini karena ekonomi global mencatat pemulihan yang kuat, pada Kamis (10/02/2022).

Baca Juga:Quick Response Bencana, Brimob Batalyon B Tebing Tinggi lakukan Pengecekan ke Lokasi Banjir

Laporan itu juga menunjukkan OPEC menggarisbawahi kenaikan produksi minyak yang dijanjikan pada Januari di bawah pakta dengan sekutunya untuk secara bertahap melonggarkan rekor penurunan produksi yang diberlakukan pada 2020.

Secara keseluruhan, tipisnya pasokan minyak mentah, penyimpanan rendah dan produksi global yang mendekati maksimum mendorong kenaikan harga, menurut Mitsubishi UFJ Financial Group.


Perlu diketahui, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April turun tipis 14 sen atau 0,2%, menjadi menetap di USD91,41 per barel, setelah naik lebih dari 1,0% di awal perdagangan. Seperti dikutip dari Okezone, Jum'at, (11/02/2022)

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 22 sen atau 0,3%, menjadi ditutup di USD89,88 per barel, setelah naik lebih dari dua dolar AS di awal sesi.

[br]

"Laporan inflasi panas mengirim dolar lebih tinggi, yang secara tentatif menyeret turun komoditas," termasuk harga minyak, kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

Namun, fundamental pasar minyak "tetap sangat ketat dan tanpa perubahan segera pada prospek itu, harga minyak mentah tampaknya siap untuk naik lebih tinggi," katanya.

Harga minyak menguat setelah data menunjukkan persediaan minyak mentah turun secara tak terduga minggu lalu ke level terendah sejak Oktober 2018, sementara permintaan bahan bakar mencapai rekor tertinggi, pada Rabu (09/02/2022).

Setelah data tersebut, harga minyak membalikkan penurunan yang didorong oleh dimulainya kembali pembicaraan nuklir AS-Iran tidak langsung sehari sebelumnya. Kesepakatan dapat mencabut sanksi AS terhadap minyak Iran dan mengurangi ketatnya pasokan global.
Editor
: Rizky
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru