MATATELINGA, Medan : Pemerintah saat ini memang sangat luar biasa dalam membangun Indonesia, salah satu nya dengan terus membangun infrastruktur jalan tol hingga puluhan sampai ratusan kilo meter panjang nya. Yang hal itu bertujuan untuk memudahkan warga dalam menempuh perjalanan hingga memangkas waktu jarak tempuh. Hal itu bisa diacungi jempol. Namun hal itu menjadi pertanyaan.
Salah satu yang menjadi pertanyaan warga adalah, mengapa jalan-jalan yang ada di Provinsi Sumatera Utara, salah satu nya wilayah Kota Medan terkesan terabaikan dari pembenahan. Kondisi itu jelas terlihat di kawasan Kec. Medan Tuntungan , tepat nya di Jl Tanjung Sari hingga lampu merah Simpang Pemda.
Dalam pantauan Matatelinga.com di lapangan, bahwa kondisi jalan tersebut sangat memprihatinkan. Sekitar lebih kurang 90 persen kondisi jalan kupak kapik. Hal ini sangat amat rawan terjadi nya kecelakaan lalulintas yang dapat menelan korban jiwa serta material.
Seperti yang diungkapkan sejumlah warga yang salah satu nya mengaku bernama Rudi. "Kalau tahunan sudah lah, rusak jalan ini. Sampai saat ini belum ada pembenahan dari pemerintah terkait. Mana mungkin pemerintah ini tidak tau, pasti tau, tapi kenapa belum dibenahi saya kurang tau. Yang jelas kondisi jalan ini kupak kapik sampai 90 persen, mulai dari Simp. Selayang sampai Simp. Pemda. Padahal jalan ini salah satu pintu masuk dan keluar Kota Medan. Dan bisa kami bilang jalan ini sudah menjadi jalan utama, karena truk, bus, angkot, mobil pribadi, roda dua, betor serta lain melintas di jalan ini," sebut Rudi.
"Yang saya dengar, pemerintah kita saat ini terus membangun jalan tol, tapi kok jalan ini yang hanya paling panjang pun 5 kilo enggak bagus bagus, mantap kali lah. Kondisi jalan ini juga dapat mempercepat kerusakan spert part pada kenderaan yang melintas. Ya kami pengguna jalan yang hampir setiap hari kami lintasi segera dibenahi lah, kalau pun dibenahi jangan asal saja alias "bedak-bedak" saja. Kalau yang berlubang bisa mencapai kedalaman. 30 sampai 40 centimeter dan lebar nya lebar-lebar lah," harap Rudi mengatas namakan sejumlah pengguna jalan lain nya.
Dari pantauan tersebut, selain Jl Tanjung Sari tersebut sebagai salah satu pintu masuk dan keluar Kota Medan, jalan tersebut juga digunakan sebagai jalur alternatif menuju sejumlah daerah dan kota di seputaran Kota Medan.(mtc/edi).